- Influencer Rafikha Angelina melaporkan oknum dokter berinisial BL ke Polda Lampung pada April 2026 terkait pencemaran nama baik.
- Oknum dokter tersebut diduga menyebarkan tuduhan palsu dan foto pribadi Rafikha melalui media sosial sejak Juni 2025.
- Dampak tindakan tersebut menyebabkan Rafikha mengalami kerugian finansial dari pekerjaan endorsement serta penurunan kondisi kesehatan secara mental.
SuaraLampung.id - Di dunia maya, sebuah unggahan bisa menjadi obat, namun di tangan yang salah, ia bisa menjadi racun yang mematikan karier dan mental seseorang.
Itulah yang kini tengah dirasakan oleh Rafikha Angelina. Seorang influencer yang biasanya ceria di depan kamera ini, harus menelan pil pahit setelah dituding dengan narasi negatif oleh seorang oknum dokter berinisial BL.
Perseteruan panas antara figur publik dan tenaga medis ini kini resmi memasuki babak baru di ranah hukum. Didampingi tim kuasa hukumnya, Rafikha telah menyeret oknum dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit di Lampung Tengah tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditres Krimsus) Polda Lampung.
Api konflik ini mulai berkobar pada Juni 2025 silam. Melalui platform TikTok dan Instagram, oknum dokter BL diduga mengirimkan pesan yang menyerang martabat Rafikha. Tak tanggung-tanggung, BL menyebut sang influencer sebagai seorang Ladies Companion (LC) atau pemandu lagu.
Awalnya, Rafikha memilih bungkam. Ia mencoba tegar dan tidak merespons provokasi tersebut. Namun, diamnya Rafikha justru membuat serangan semakin liar.
"Terlapor memposting foto tangkapan layar klien kami tanpa izin. Ia menyebarkan chat dan foto dengan sangat jelas di media sosialnya," ungkap Prabowo Febriyanto, kuasa hukum Rafikha, dalam jumpa pers Jumat (24/4/2026) dikutip dari lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Narasi yang dibangun BL semakin menyudutkan. Ia mengunggah konten yang seolah-olah menempatkan Rafikha sebagai orang ketiga atau 'Pelakor' dalam hubungannya dengan sang calon suami.
Padahal, menurut pihak pelapor, hubungan BL dengan pria tersebut memang sudah kandas sebelum Rafikha hadir, meski sebelumnya mereka sempat berencana untuk menikah.
Dampaknya luar biasa. Rafikha tidak hanya kehilangan ketenangan pikiran, tetapi juga sumber penghidupannya.
Baca Juga: Antre Panjang, Dokter Kurang: Temuan DPRD Saat Sidak di Puskesmas Bandar Lampung
"Pendapatan dari endorsement menurun drastis karena nama baiknya tercemar. Bukan hanya materi, klien kami bahkan jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat tekanan psikologis yang hebat," tambah Prabowo.
Sebelum melangkah ke jalur hukum, pihak Rafikha mengaku sudah mencoba menempuh jalan damai. Dua kali somasi dilayangkan, meminta pertanggungjawaban dan permohonan maaf atas kerugian materiil maupun imateriil yang dialami. Namun, teguran itu awalnya bagai angin lalu.
Barulah setelah kasus ini mulai memanas, dokter BL dikabarkan sempat meminta maaf dan menghapus unggahan-unggahannya.
Namun bagi Rafikha, nasi telah menjadi bubur. Luka psikis dan kerugian ekonomi yang ia alami memerlukan keadilan yang lebih dari sekadar kata maaf di media sosial.
“Laporan tetap kami teruskan ke Mapolda Lampung untuk memberikan efek jera. Jabatan sebagai dokter seharusnya dibarengi dengan etika dalam bersosial media,” tegas tim kuasa hukumnya.
Berita Terkait
-
Antre Panjang, Dokter Kurang: Temuan DPRD Saat Sidak di Puskesmas Bandar Lampung
-
Akal Bulus Sindikat Narkoba: Gunakan Ambulans untuk Selundupkan Sabu Rp22 Miliar di Bakauheni
-
Jejak Emas 'Gelap' Way Kanan: Mengalir ke Tangerang dan Bekasi, Dicuci di Toko Perhiasan Mewah
-
Temuan Asam Sulfat hingga Armada Kapal, Mafia BBM di Pesawaran Rugikan Negara Ratusan Miliar
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu