- Polda Lampung menggagalkan penyelundupan 15,7 kilogram sabu di Pelabuhan Bakauheni menggunakan mobil ambulans pada Selasa, 7 April 2026.
- Petugas menangkap empat pria asal Tangerang yang menyembunyikan narkotika senilai Rp22,5 miliar di bawah jok mobil ambulans.
- Keempat tersangka kini terancam hukuman mati sesuai Undang-Undang Narkotika atas keterlibatan mereka dalam kejahatan lintas provinsi tersebut.
SuaraLampung.id - Di jalanan, suara sirine ambulans adalah simbol harapan dan perjuangan menyelamatkan nyawa. Namun, pada Selasa (7/4/2026) di Seaport Pelabuhan Bakauheni, sebuah mobil ambulans Daihatsu Luxio putih bernomor polisi B 1737 CIS membawa misi yang justru bertolak belakang yakni menyusupkan 15,7 kilogram "kematian" berbentuk kristal sabu menuju Pulau Jawa.
Malam itu, petugas Ditresnarkoba Polda Lampung tidak terkecoh oleh label "Ambulans" yang tersemat pada kendaraan tersebut.
Berdasarkan informasi intelijen mengenai pergerakan narkotika dari Sumatera, mata tajam petugas langsung tertuju pada kendaraan yang tampak tenang namun mencurigakan ini saat hendak menyeberang ke Merak.
Kecurigaan berubah menjadi kepastian saat petugas membuka pintu belakang. Alih-alih menemukan pasien yang butuh pertolongan medis atau petugas kesehatan berseragam, di dalamnya justru duduk empat pria sehat berinisial RN, VR, TS, dan EC.
"Kecurigaan menguat saat keempat orang ini menunjukkan gelagat gugup yang luar biasa saat pemeriksaan awal," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Dwi Handono Prasanto, Jumat (10/4/2026).
Petugas pun melakukan penggeledahan total. Hasilnya mengejutkan. Di bawah jok bagian belakang, tersembunyi sebuah tas besar berisi 15 bungkus paket sabu seberat 15.739 gram.
Jika berhasil lolos, barang haram senilai Rp22,5 miliar ini siap menghancurkan masa depan sekitar 60 ribu jiwa.
Ironisnya, besarnya risiko yang diambil oleh keempat warga Tangerang ini tidak sebanding dengan janji yang mereka terima.
VR, sang sopir, mengaku hanya menjalankan peran sebagai penjemput pasien sebagai cover. Sementara rekan-rekannya membawa sabu tersebut dari perbatasan Riau-Jambi.
Baca Juga: Menuju PON 2032: Intip Pesona Lampung Selatan yang Digadang Jadi Lokasi Pertandingan Sejumlah Cabor
Di hadapan penyidik, mereka mengaku baru menerima "uang jalan" sebesar Rp300 ribu. Sisanya? Mereka hanya dijanjikan upah antara Rp10 juta hingga Rp15 juta rupiah jika barang sampai ke tujuan.
"Tindakan para tersangka sangat mencederai rasa kemanusiaan karena menggunakan fasilitas kesehatan untuk kejahatan luar biasa," tegas Kombes Dwi Handono.
Kini, ambulans Luxio tersebut tak lagi melaju di jalan raya. Ia terparkir di Mapolda Lampung sebagai barang bukti, berdampingan dengan empat ponsel milik para tersangka yang menjadi saksi bisu koordinasi mereka dengan sang bandar.
Polda Lampung tidak main-main dalam memberikan jeratan hukum. Keempatnya dipersangkakan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman mati kini membayang-bayangi hari-hari mereka di balik jeruji besi. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Menuju PON 2032: Intip Pesona Lampung Selatan yang Digadang Jadi Lokasi Pertandingan Sejumlah Cabor
-
Jejak Emas 'Gelap' Way Kanan: Mengalir ke Tangerang dan Bekasi, Dicuci di Toko Perhiasan Mewah
-
Temuan Asam Sulfat hingga Armada Kapal, Mafia BBM di Pesawaran Rugikan Negara Ratusan Miliar
-
Polda Lampung Sikat Gudang Solar Ilegal: 203 Ton Disita dari Bunker Rahasia di Pesawaran
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
7 Kelebihan Naik Travel untuk Perjalanan Antarkota
-
Nyawa ASN di Metro Berakhir dengan Peluru di Pelipis, Polisi Buru Pelaku Penembakan
-
Jejak Mafia BBM Palembang di Pringsewu: Terbongkarnya Gudang Pengoplos Pertalite
-
Gerbong Mutasi Polresta Bandar Lampung Resmi Bergerak, Siapa Saja Kapolsek Baru?
-
Teror Celurit di Balik SMKN 2 Kalianda: Niat Hati Jalan Sore, Motor Malah Amblas Dirampas Begal