- Sekelompok pria bersenjata tajam merampas motor dan ponsel milik remaja di Desa Kedaton, Kalianda, pada Rabu (13/5/2026).
- Tim buser Polsek Kalianda menangkap empat tersangka muda yang berperan sebagai eksekutor dan penjual barang hasil kejahatan.
- Pelaku menjual motor curian melalui media sosial Facebook dengan sistem COD sebelum akhirnya diringkus pihak kepolisian.
SuaraLampung.id - Kawasan Dusun 7 Simpur, Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, di belakang SMK Negeri 2 Kalianda, mendadak berubah menjadi panggung teror, Rabu (13/5/2026) sore.
Suasana yang awalnya ramai oleh tawa remaja, seketika sunyi mencekam saat sekelompok pria tak dikenal muncul dari kegelapan. Bukan sapaan yang mereka terima, melainkan kilatan tajam celurit yang diacungkan ke arah rombongan.
Dalam sekejap, nyali para remaja ini ciut. Panik melanda, mereka berusaha memutar arah untuk menyelamatkan nyawa. Nahas, dalam kekalutan tersebut, sebuah Honda Vario 150 warna silver milik korban terjatuh.
Tak ada waktu untuk membangunkan motor, melihat moncong senjata tajam yang kian dekat, korban memilih lari tunggang langgang meninggalkan kendaraannya.
Kesempatan emas itu tak disia-siakan para pelaku. Motor senilai Rp20 juta beserta telepon genggam yang tertinggal langsung amblas dibawa kabur. Namun, pelarian mereka tak berlangsung lama. Tim buser Polsek Kalianda segera bergerak melakukan perburuan senyap.
Hasilnya mengejutkan. Polisi berhasil meringkus empat tersangka yang ternyata masih berusia sangat muda, yakni FRA (16), FD (19), MGK (17), dan FS (20). Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni Kalianda dan Bandar Lampung.
"Kami mengamankan empat orang dengan peran berbeda, mulai dari eksekutor utama hingga mereka yang bertugas menjual barang hasil kejahatan," ungkap Wakapolsek Kalianda, Hadi Efendi.
Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa para pelaku ini tidak menggunakan jasa penadah konvensional. Mereka memanfaatkan kekuatan media sosial Facebook untuk menjual motor jarahan tersebut dengan sistem COD (Cash on Delivery).
"Modus mereka menghadang di jalan sepi. Saat korban ketakutan, mereka ambil kendaraannya dan langsung dipasarkan secara terbuka di Facebook," tambah Hadi.
Baca Juga: Jasad Anak Perempuan dalam Kardus di Rangai, Orang Tua Minta Maaf Tak Mampu Memakamkan
Kini, jejak digital dan senjata tajam itu justru menjadi bukti yang menyeret mereka ke balik jeruji besi. Para pelaku utama dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
Sementara itu, rekan mereka yang membantu menjual barang haram tersebut harus berhadapan dengan Pasal 591 KUHP tentang penadahan.
Berita Terkait
-
Jasad Anak Perempuan dalam Kardus di Rangai, Orang Tua Minta Maaf Tak Mampu Memakamkan
-
Viral Penemuan Mayat Anak Ditutupi Kardus di Rangai, Ditemukan Sepucuk Surat yang Isinya Bikin Miris
-
Pemkab Lampung Selatan Percepat Pembangunan SPPG di Pulau Terluar
-
Jasad Anonim Terombang-ambing di Perairan Bakauheni
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
BRI Peduli Dukung Kelompok Wanita Bogor Kembangkan Usaha Olahan Pala Berkelanjutan
-
Urat Nadi Baru di Lampung Barat: Jalan 112 KM Menuju Suoh Segera Merdeka dari Jalur Rusak
-
BRI KKB Expo 2026 Hadir 6-10 Juli, Promo Bunga 1,80% Flat dan Harga Spesial
-
Misteri Jasad di Bibir Pantai Lampung Selatan: Niat Cari Rebon, Mujamil Malah Temukan Mayat
-
Misteri di KMP Batumandi: Sepatu dan Jaket Jadi Jejak Terakhir Zora Sebelum Hilang di Selat Sunda