- Bapenda Provinsi Lampung berhasil mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp1 triliun hingga periode April 2026 mendatang.
- Capaian tersebut mencakup 30,87 persen dari total target tahunan yang bersumber dari sektor pajak dan retribusi daerah.
- Pemerintah memberikan diskon serta apresiasi untuk mengatasi rendahnya kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor saat ini.
SuaraLampung.id - Empat bulan pertama di tahun 2026 menjadi pembuktian bagi mesin ekonomi Provinsi Lampung. Di bawah komando Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bumi Ruwa Jurai berhasil mengamankan Rp1 triliun untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Capaian ini setara dengan 30,87 persen dari total target yang dipatok sepanjang tahun 2026. Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Saipul, mengungkapkan bahwa pundi-pundi ini terkumpul dari dua aliran utama yakni pajak daerah dan retribusi.
"Hingga April 2026, realisasi PAD kita sudah menyentuh angka Rp1 triliun. Jika dirinci, pajak daerah menyumbang porsi terbesar senilai Rp922,6 miliar, disusul pendapatan retribusi sebesar Rp146,2 miliar," ujar Saipul, Jumat (22/5/2026).
Meski secara keseluruhan performa pendapatan berada di jalur hijau, mencapai 80 hingga 90 persen dari target periode caturwulan pertama, Saipul tak menampik adanya kerikil tajam. Sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) rupanya masih menjadi tantangan paling berat untuk ditaklukkan.
Dari tujuh sektor pajak yang dikelola, mulai dari pajak bahan bakar, rokok, hingga alat berat, PKB menuntut perhatian ekstra. Hal ini dikarenakan fluktuasi kepatuhan masyarakat yang kerap naik-turun.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung tidak tinggal diam. Alih-alih hanya menunggu, mereka meluncurkan strategi jemput bola yang lebih humanis.
Program diskon pajak kendaraan, kemudahan mutasi, hingga pembebasan biaya balik nama kini digencarkan untuk menggugah kesadaran wajib pajak.
Tak hanya diskon, pemerintah juga mulai memberikan bentuk apresiasi kepada warga yang rajin membayar pajak.
"Kami ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang taat. Ini adalah cara kami meningkatkan pendapatan sektor kendaraan sekaligus membangun hubungan baik dengan masyarakat," tambah Saipul.
Baca Juga: Bayar Pajak Motor Tak Perlu KTP Pemilik Lama: MPP Bandar Lampung Diserbu Warga
Di sisi lain, sektor retribusi dari jasa umum dan jasa usaha juga tengah dipoles. Potensi-potensi pendapatan dari fasilitas publik dan usaha daerah terus digali guna mempertebal kantong PAD. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bayar Pajak Motor Tak Perlu KTP Pemilik Lama: MPP Bandar Lampung Diserbu Warga
-
Gebrakan Gen Z Lampung: Ubah Wajah Bursa Efek dengan Transaksi Tembus Rp25 Triliun
-
Viral Penemuan Mayat Anak Ditutupi Kardus di Rangai, Ditemukan Sepucuk Surat yang Isinya Bikin Miris
-
PTPN I Regional Lampung Ungkap Alasan Seret Kakek Mujiran ke Meja Hijau: Biar Ada Efek Jera
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL