Wakos Reza Gautama
Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:44 WIB
Ilustrasi saham. Generasi muda usia 18 hingga 30 tahun mendominasi lebih dari 60 persen profil investor di Lampung. [Dokumentasi IPOT]
Baca 10 detik
  • Transaksi pasar modal di Provinsi Lampung melonjak signifikan hingga mencapai Rp25,03 triliun per April 2026.
  • Generasi muda usia 18 hingga 30 tahun mendominasi lebih dari 60 persen profil investor di Lampung.
  • Sebanyak 673.737 investor lokal telah terdaftar dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah Lampung.

SuaraLampung.id - Di Bumi Ruwa Jurai, geliat investasi tumbuh subur di tangan anak-anak muda. Data terbaru dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menunjukkan sebuah fenomena mencengangkan.

Transaksi pasar modal di Provinsi Lampung melesat tajam hingga menyentuh angka Rp25,03 triliun per April 2026. Lompatan ini bak mesin jet.

Pada 2023 nilai transaksi masih berada di angka Rp10,76 triliun. Angka tersebut terus merangkak naik ke Rp12,87 triliun di tahun berikutnya.

Puncaknya, ledakan transaksi terjadi pada 2025 dengan nilai Rp22,51 triliun, sebelum akhirnya menembus rekor baru di awal tahun 2026.

Kepala BEI Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi, melihat tren ini sebagai sinyal positif mulai dewasanya pemahaman finansial masyarakat setempat.

"Nilai transaksi ini menunjukkan bahwa investor di Lampung sudah semakin akrab dan melek dengan instrumen pasar modal," ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Yang menarik, motor utama penggerak bursa di Lampung bukanlah para konglomerat tua, melainkan generasi muda. Berdasarkan profil usia, kelompok umur 18-25 tahun (Gen Z) mendominasi secara absolut dengan persentase 38,4 persen. Disusul kemudian oleh kelompok usia 26-30 tahun sebesar 26,3 persen.

Artinya, lebih dari 60 persen investor di Lampung adalah mereka yang berada di usia produktif. Fenomena ini menggeser paradigma lama. Investasi kini menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus strategi finansial masa depan bagi anak muda Lampung.

Secara geografis, denyut nadi investasi masih berpusat di Ibu Kota. Kota Bandarlampung memimpin dengan porsi 28 persen investor, diikuti oleh Kabupaten Lampung Tengah (13 persen) dan Lampung Selatan (11 persen).

Baca Juga: Viral Penemuan Mayat Anak Ditutupi Kardus di Rangai, Ditemukan Sepucuk Surat yang Isinya Bikin Miris

Meski demikian, sebaran investor telah merambah hingga ke pelosok, mulai dari Lampung Timur hingga ke ujung barat di Pesisir Barat.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 673.737 orang di Lampung telah tercatat sebagai investor pasar modal. Sebuah angka yang bukan sekadar statistik, melainkan simbol harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami berharap jumlah ini terus meningkat. Kehadiran ratusan ribu investor lokal ini menjadi fondasi kuat yang mendukung ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung ke depan," tambah Hendi. (ANTARA)

Load More