- Dedi Christian Agung, seorang ASN Kota Metro, tewas ditembak pria tidak dikenal pada Sabtu malam di Jalan Khair Bras.
- Penembakan terjadi akibat perselisihan utang piutang yang berujung pada aksi kekerasan menggunakan senjata api di lokasi pencucian mobil.
- Polda Lampung telah mengantongi identitas pelaku dan saat ini tengah melakukan pengejaran intensif untuk menangkap tersangka penembakan tersebut.
SuaraLampung.id - Sabtu malam (23/5/2026) suasana mencekam menyelimuti Jalan Khair Bras, Metro Barat, Kota Metro. Di depan sebuah tempat pencucian mobil, nyawa Dedi Christian Agung (40), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Metro, melayang di ujung laras senjata api.
Petaka bermula saat Dedi tengah bersantai bersama rekan-rekannya lalu datang seorang pria datang menghampiri. Diduga pria ini menagih utang ke korban.
Ketegangan meningkat cepat. Adu mulut yang awalnya terjadi di area pencucian mobil merembet hingga ke bahu jalan. Di bawah sorot lampu jalanan yang remang, terjadilah sebuah kejadian maut.
Pelaku mencabut senjata api dari dalam tas. Tanpa ragu, sebuah tembakan dilepaskan dari jarak dekat, tepat mengenai pelipis kanan Dedi.
Dedi ambruk seketika di atas aspal. Sang istri yang melihat suaminya tergeletak bersimbah darah melakukan perlawanan. Pelaku menodongkan senjata ke arahnya, mengancam akan meletuskan peluru berikutnya jika ia tak mundur.
Sebelum memacu sepeda motornya menghilang di kegelapan malam, pelaku sempat melepaskan dua tembakan peringatan ke udara, meninggalkan aroma mesiu dan duka yang mendalam di lokasi kejadian.
Perjuangan untuk menyelamatkan nyawa Dedi sempat dilakukan. Dari RS Mardi Waluyo, ia dilarikan ke RSUD Ahmad Yani untuk penanganan darurat.
Namun apa daya proyektil peluru telah menembus pelipis kanan dan bersarang jauh di bagian belakang tengkoraknya. Dedi Christian Agung dinyatakan meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam. Identitas pelaku telah dikantongi, dan tim buser kini tengah melakukan pengejaran intensif.
Baca Juga: Rekam Jejak Bandit yang Menembak Mati Polisi di Lampung: Pernah Kabur dari RS Bhayangkara
"Kami sudah mengidentifikasi pelaku dan saat ini pengejaran sedang berlangsung. Tidak ada ruang bagi kekerasan seperti ini," tegasnya.
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Bandit yang Menembak Mati Polisi di Lampung: Pernah Kabur dari RS Bhayangkara
-
Ujung Pelarian Bandit Curanmor yang Menembak Mati Bripka Arya Supena
-
Penyekatan Ketat di Perbatasan Lampung: Polisi Persempit Ruang Gerak Eksekutor Bripka Arya Supena
-
Bentuk Tim Khusus, Polda Lampung Buru Pelaku Penembakan Brigadir Arya Supena
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Nyawa ASN di Metro Berakhir dengan Peluru di Pelipis, Polisi Buru Pelaku Penembakan
-
Jejak Mafia BBM Palembang di Pringsewu: Terbongkarnya Gudang Pengoplos Pertalite
-
Gerbong Mutasi Polresta Bandar Lampung Resmi Bergerak, Siapa Saja Kapolsek Baru?
-
Teror Celurit di Balik SMKN 2 Kalianda: Niat Hati Jalan Sore, Motor Malah Amblas Dirampas Begal
-
Jasad Anak Perempuan dalam Kardus di Rangai, Orang Tua Minta Maaf Tak Mampu Memakamkan