- Dinas BMBK Lampung menerapkan metode turap bambu untuk mengatasi kerawanan longsor di jalur perbatasan Lampung Barat dan Sumatera Selatan.
- Penggunaan akar bambu bertujuan menciptakan penguat alami yang lebih adaptif, efisien, dan ekonomis dibandingkan penggunaan bronjong beton konvensional.
- Pemerintah menyiagakan petugas dan alat berat selama 24 jam guna menjamin keamanan pengguna jalan saat menghadapi potensi cuaca ekstrem.
SuaraLampung.id - Jalur perbatasan yang menghubungkan Liwa di Lampung Barat dengan Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 19 kilometer bukan sekadar hamparan aspal. Jalur ini adalah urat nadi ekonomi sekaligus tantangan bagi para insinyur jalan.
Betapa tidak, di balik pemandangannya yang asri, tersimpan ancaman longsor yang siap mengintai setiap kali hujan turun membasahi perbukitan.
Kontur tanah merah yang bercampur pasir di kawasan ini menjadikannya sangat labil. Selama bertahun-tahun, metode konvensional terus dilakukan untuk menjaga kestabilan tebing.
Namun tahun ini, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) memutuskan untuk mencoba sesuatu yang berbeda, sebuah langkah kembali ke alam yang cerdas sekaligus efisien.
Alih-alih hanya mengandalkan beton atau bronjong kawat berisi batu yang kaku, mereka kini memasang turap bambu.
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah mengungkapkan bahwa pemilihan bambu bukanlah tanpa alasan teknis yang kuat. Geografis Lampung Barat yang berbukit dengan kontur tanah lunak berpasir menuntut solusi yang lebih adaptif.
"Biasanya kita memakai bronjong pada umumnya. Akan tetapi, kali ini UPTD berinisiatif menggunakan bambu sebagai turap atau dinding penahan. Harapannya, bambu-bambu ini nantinya bisa tumbuh dan menjadi penguat alami," ujar Taufiqullah.
Strategi ini ibarat membangun benteng hidup. Jika bronjong biasa bisa mengalami korosi atau penurunan fungsi seiring waktu, bambu yang ditanam justru akan memperkuat dirinya sendiri.
Akar-akar bambu yang menjalar akan mengikat butiran pasir dan tanah merah, menciptakan jaringan alami yang jauh lebih kuat dalam menahan beban tanah saat hujan lebat mengguyur.
Baca Juga: Urat Nadi Baru di Lampung Barat: Jalan 112 KM Menuju Suoh Segera Merdeka dari Jalur Rusak
Selain faktor teknis, aspek ekonomi dan lingkungan menjadi alasan utama di balik proyek percontohan ini. Penggunaan turap bambu dinilai jauh lebih murah dibandingkan konstruksi beton masif, namun tetap memberikan fungsi penahanan yang maksimal untuk karakter tanah tertentu.
"Dengan adanya upaya ini, selain murah, kita juga bisa langsung melestarikan alam karena ada tanaman bambu yang ditanam untuk memperkuat dinding yang longsor tadi. Kami akan terus mengawasi, mudah-mudahan proyek ini berhasil," tambahnya.
Meski metode baru ini memberikan harapan besar, Pemprov Lampung tidak lantas lengah. Mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, Dinas BMBK tetap menyiagakan tim dan berbagai peralatan berat di sepanjang ruas jalan provinsi tersebut.
Petugas UPTD disiagakan 24 jam untuk merespons setiap potensi keretakan atau longsoran baru. Bagi mereka, kecepatan penanganan adalah kunci agar jalur vital Lampung-Sumsel ini tetap bisa dilintasi dengan aman oleh masyarakat. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Urat Nadi Baru di Lampung Barat: Jalan 112 KM Menuju Suoh Segera Merdeka dari Jalur Rusak
-
Jalan Padang Dalom Terancam Putus! Begini Langkah Kilat Dinas PUPR Lambar Redam Longsor
-
Urat Nadi Way Tenong Terputus! Parosil Instruksikan Sambung Kembali Jalan Padang Tambak
-
8 Fakta Kasus Pembunuhan Warga Sukau Lampung Barat yang Menggegerkan Warga
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Pasar Shopping Metro Mau Dibongkar, Nunik Pasang Badan Minta Nasib UMKM Diselamatkan
-
Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni
-
Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah
-
BRI Unggul dalam Brand Finance Indonesia 100 2026, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar
-
Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, BPBD Lampung: Belum Ada Dampak Abu Vulkanik