Wakos Reza Gautama
Selasa, 14 April 2026 | 16:59 WIB
Ruas jalan penghubung Pekon (Desa) Padang Tambak-Air Putih, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, terputus akibat cuaca ekstrem, pada Selasa (14/04/2026). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Hujan deras sejak 13 April 2026 menyebabkan jalan penghubung di Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, ambles dan terputus total.
  • Kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem tersebut melumpuhkan mobilitas warga yang hendak bekerja serta berdagang di wilayah sekitar.
  • Bupati Lampung Barat menginstruksikan instansi terkait segera melakukan perbaikan darurat agar akses transportasi dapat segera pulih kembali.

SuaraLampung.id - Akibat guyuran hujan deras yang tak henti sejak Senin (13/04/2026), ruas jalan vital yang menghubungkan Pekon Padang Tambak menuju Air Putih di Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, kini berubah menjadi lubang menganga.

Putusnya jalan utama ini praktis memutus urat nadi aktivitas warga, membuat akses transportasi lumpuh total dan memaksa pemerintah daerah bergerak dalam hitungan jam.

Petaka bermula saat cuaca ekstrem memicu debit air sungai melonjak tajam. Gorong-gorong yang berada di bawah badan jalan tak kuat menahan tekanan air hingga akhirnya ambles.

Akibatnya, sekitar 10 meter badan jalan hilang ditelan aliran sungai, menciptakan celah lebar yang mustahil dilewati kendaraan.

Padahal, jalur ini adalah "nyawa" bagi mobilitas warga, terutama bagi mereka yang hendak menuju Pekon Sukaraja maupun Pekon Srimenanti untuk bekerja dan berdagang.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, langsung memberikan instruksi tegas. Baginya, pemulihan akses ini tidak bisa ditunda meski hanya satu hari.

"Untuk penanganannya ini harus disegerakan. Akses jalan ini vital sebagai penghubung antarwilayah. Saya meminta BPBD, Dinas PUPR, Camat, hingga Peratin untuk bergerak cepat dan berkolaborasi," tegas Parosil saat dihubungi pada Selasa (14/04/2026).

Bupati yang akrab disapa Pak Cik ini menekankan bahwa pemerintah daerah hadir dengan respons cepat guna memastikan isolasi wilayah tidak berlangsung lama.

Ia menginginkan kerja sama nyata antara instansi teknis dan masyarakat setempat agar langkah penanganan bisa dilakukan secara tepat dan efisien.

Baca Juga: Lampung "Gas Pol" Perbaiki Jalan: Targetkan 86 Persen Mulus di 2026

Sembari menunggu tim teknis melakukan perbaikan darurat, masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan.

Pihak pemerintah desa juga diminta aktif memberikan tanda peringatan di sekitar lokasi jalan yang putus guna mencegah kecelakaan.

Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif dan minimnya penerangan di sekitar lokasi musibah, warga diminta ekstra waspada jika harus melakukan perjalanan di malam hari.

"Kita harus gerak cepat. Penanganan ini perlu dikolaborasikan bersama agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat bisa kembali normal secepat mungkin," tutup Parosil. (ANTARA)

Load More