- Pemprov Lampung memulai perbaikan infrastruktur jalan sejak April 2026 guna meningkatkan kualitas jalan di seluruh wilayah provinsi tersebut.
- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menargetkan kemantapan jalan provinsi meningkat menjadi 86 persen dan wilayah Lampung Tengah mencapai 98 persen.
- Pemerintah mewajibkan uji laboratorium material konstruksi serta mengatasi masalah drainase dan kendaraan bermuatan berlebih demi menjaga daya tahan jalan.
SuaraLampung.id - Kabar baik bagi warga Lampung yang mendambakan perjalanan tanpa hambatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi mengumumkan percepatan pengerjaan infrastruktur jalan untuk tahun anggaran 2026.
Tak perlu menunggu lama, pengerjaan fisik sudah mulai berdenyut sejak April ini, sebuah langkah cepat untuk menjawab keluhan klasik tentang jalan berlubang.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan jawaban atas harapan panjang masyarakat.
"Di April ini kita sudah lakukan pengerjaan perbaikan jalan. Ini adalah harapan seluruh masyarakat Lampung selama ini," ujarnya, Senin (6/4/2026).
Target yang dipatok bukan main-main. Jika pada tahun 2025 persentase kemantapan jalan provinsi berada di angka 75 persen, maka pada akhir 2026, Gubernur menargetkan lonjakan hingga 86 persen.
Angka ini mencakup pembangunan dan perbaikan hampir 200 kilometer jalan yang tersebar di seluruh pelosok provinsi.
Yang lebih ambisius lagi adalah target untuk Kabupaten Lampung Tengah. Wilayah yang menjadi urat nadi transportasi ini diproyeksikan mencapai tingkat kemantapan jalan hingga 98 persen pada akhir 2026, melompat dari angka 89 persen saat ini.
Namun, Gubernur Mirzani menyadari bahwa membangun jalan hanyalah separuh dari perjuangan. Tantangan sebenarnya adalah menjaga agar aspal tersebut tetap awet. Ia mengidentifikasi "tiga dosa besar" penyebab kerusakan jalan yang harus diberantas.
Pertama adalah drainase yang buruk yang memicu genangan air merusak struktur aspal, lalu overloading atau beban kendaraan yang melampaui kapasitas (ODOL) dan kualitas konstruksi yang rendah.
Baca Juga: Siasat Ganti Nama di Balik Gaji Rp3,6 Miliar: Bongkar 85 Pegawai Khusus Wali Kota Bandar Lampung
"Ada tiga hal utama yang harus dipahami bersama yaitu kualitas jalan, kondisi drainase, dan beban kendaraan. Kalau tiga ini tidak dijaga, jalan akan cepat rusak," tegasnya.
Untuk menjamin kualitas, Gubernur memerintahkan agar seluruh material konstruksi, mulai dari semen hingga batu, wajib lolos uji laboratorium sebelum dipasang. Standar tinggi diterapkan agar uang rakyat tidak terbuang percuma untuk jalan yang "cepat bangun, cepat rusak".
Bagi Rahmat Mirzani Djausal, jalan yang mulus adalah fondasi dari kemajuan sebuah daerah. Ia memandang infrastruktur ini sebagai urat nadi yang mengalirkan kesejahteraan.
"Pembangunan jalan bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan bagian dari upaya besar membangun perekonomian, mobilitas sosial, dan membangun peradaban yang lebih maju," tuturnya dengan optimis.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut merasa memiliki jalan-jalan tersebut. Masyarakat diminta proaktif menjaga kebersihan drainase dan tidak membiarkan kendaraan dengan muatan berlebih melintas bebas.
"Mari kita bangun sekaligus jaga. Jalan yang baik akan membuka akses ekonomi dan pendidikan. Jika dijaga bersama, manfaatnya akan dirasakan jauh lebih lama," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Siasat Ganti Nama di Balik Gaji Rp3,6 Miliar: Bongkar 85 Pegawai Khusus Wali Kota Bandar Lampung
-
Misteri di Balik Tumpukan Ikan: Kisah Tragis Selamet yang Hilang di Laut Lampung Timur
-
Viral Curanmor di Bawah Flyover Pasar Tugu, Polisi Ringkus 2 Pelaku Asal Lampung Timur
-
Bukan Komet! Misteri Bola Api di Langit Lampung Ternyata Sampah Roket China
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Lampung "Gas Pol" Perbaiki Jalan: Targetkan 86 Persen Mulus di 2026
-
Duel Intelektual Menuju Itera 1: Lima Profesor Terbaik Berebut Kursi Nakhoda Baru
-
Maut di Sepertiga Malam: Nenek 92 Tahun Asal Jerman Tewas Terjebak Kebakaran di Pesisir Barat
-
Siasat Ganti Nama di Balik Gaji Rp3,6 Miliar: Bongkar 85 Pegawai Khusus Wali Kota Bandar Lampung
-
Paskah 2026 Jadi Ajang Berbagi, BRI Hadirkan Kepedulian untuk Sesama