- Dua remaja berinisial RMP dan A tertangkap warga saat mencuri sepeda motor di kawasan Pasar Tugu, Jumat (3/4/2026).
- Tim patroli kepolisian berhasil mengevakuasi pelaku dari amukan massa dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk proses penyelidikan.
- Dua rekan pelaku berinisial S dan DP melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian orang oleh pihak kepolisian.
SuaraLampung.id - Jumat malam (3/4/2026) yang semestinya tenang di kawasan Tanjung Agung mendadak pecah oleh teriakan histeris. Di bawah temaram lampu flyover Pasar Tugu, sebuah drama pengejaran berakhir dengan nyawa dua pemuda yang berada di ujung tanduk.
RMP (18) dan A (17), dua remaja asal Lampung Timur, merasakan betapa tipisnya batas antara keberhasilan mencuri dan amukan massa.
Hanya beberapa saat setelah mereka menggondol sepeda motor milik seorang warga berinisial MIR, nasib apes justru menghampiri.
Semua bermula sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah penginapan di Jalan Gatot Subroto. MIR tersentak saat menyadari motor kesayangannya telah raib dari parkiran. Namun, alih-alih hanya meratapi nasib, korban memilih melakukan perburuan mandiri.
Langkah kakinya membawa keberuntungan yang tak terduga. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas malam, ia melihat motor miliknya tengah terparkir di pinggir jalan tepat di bawah flyover Pasar Tugu. Tanpa ragu, MIR melepaskan teriakan "Maling!" yang membelah malam.
Seketika, warga sekitar yang mendengar teriakan itu bereaksi bak lebah yang terganggu sarangnya. Dua pelaku yang tak sempat tancap gas langsung terkepung. Tinju mentah nyaris melayang ke wajah kedua pelaku sebelum situasi semakin tak terkendali.
Beruntung bagi kedua pelaku, maut belum menjemput malam itu. Personel Bhabinkamtibmas dan Tim Tekab 308 Satreskrim Polresta Bandar Lampung yang tengah berpatroli sigap mengendus keributan. Dengan barikade kepolisian, kedua remaja ini berhasil dievakuasi dari kepungan massa yang tersulut emosi.
"Saat ini kedua pelaku tengah kami periksa secara intensif di Mapolresta Bandar Lampung untuk pengembangan kasus," ujar Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, Sabtu (4/4/2026).
Meski RMP dan A sudah meringkuk di balik jeruji besi, kepolisian belum menutup buku. Masih ada dua "aktor" lain berinisial S dan DP yang berhasil meloloskan diri malam itu dan kini resmi menyandang status Daftar Pencarian Orang (DPO).
Baca Juga: Gagal Gasak Motor Mahasiswa Gara-gara Teriakan Warga di Metro, 2 Pelaku Asal Lamtim Dibekuk
Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti klasik kejahatan jalanan. Satu set kunci letter T, motor milik korban, serta motor yang digunakan para pelaku untuk beraksi.
Kompol Gigih menegaskan bahwa pihaknya kini tengah menelusuri jejak rekam kawanan ini.
"Kami masih mendalami sudah berapa kali kawanan ini beraksi di lokasi lain. Kami tidak akan berhenti sampai semua anggota komplotan ini tertangkap," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Gagal Gasak Motor Mahasiswa Gara-gara Teriakan Warga di Metro, 2 Pelaku Asal Lamtim Dibekuk
-
Kakek 90 Tahun Dihantam Besi: Kisah Pilu Marbot di Bandar Lampung Dianiaya Juru Parkir Kafe
-
Drama 'Koboi' di Bandar Lampung: Maling Motor Lepas Tembakan Usai Temannya Terlindas Mobil
-
Bandar Lampung Darurat Parkir, Pelaku Usaha Wajib Sediakan Lahan Sendiri
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Horor di Surga Selancar: Turis Kanada Dilecehkan, Citra Wisata Pesisir Barat Dipertaruhkan
-
Gadis Lampung Tengah Dihamili Ayah Kandung, Alami Kekerasan Sejak SD
-
Batal Cuan 50 Juta! Sayembara Tangkap Tapir di Mesuji Resmi Dicabut, Ini Alasannya
-
Pemkot Bandar Lampung Terjunkan Tim Audit, Wajib Pajak Bandel Langsung ke Jaksa
-
Muslihat Buang Air Kecil: Petaka Kencan Facebook Berujung Perampokan di Lampung Tengah