Wakos Reza Gautama
Senin, 06 April 2026 | 11:56 WIB
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang nelayan bernama Selamet (50) yang dinyatakan hilang saat mencari ikan di perairan sekitar PGN Pertamina, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, pada Sabtu (4/4/2026). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Selamet, seorang ABK kapal Wahana Kaya, hilang diduga terjatuh ke laut di perairan PGN Pertamina pada Sabtu, 4 April 2026.
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif setelah menerima laporan hilangnya korban saat sedang bekerja menyortir hasil tangkapan laut.
  • Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh kru kapal tug boat di perairan Lampung Timur pada Minggu malam.

SuaraLampung.id - Deru mesin kapal Wahana Kaya saat membelah ombak dari Pandeglang menuju Labuhan Maringgai seharusnya menjadi awal dari harapan bagi Selamet (50).

Namun, perjalanan mencari nafkah di perairan Lampung Timur itu justru berubah menjadi kepulangan yang memilukan bagi Slamet.

Sabtu sore (4/4/2026), suasana di atas kapal mulanya tampak normal. Selamet, warga Teluk Betung, Bandar Lampung itu, sedang sibuk bersama rekan-rekannya sesama Anak Buah Kapal (ABK). Di bagian depan kapal, mereka berjibaku menyortir hasil tangkapan laut yang melimpah.

Namun, sekitar pukul 15.30 WIB, sebuah kejutan pahit menghantam kru kapal. Selamet yang sedari tadi berada di antara tumpukan ikan, tiba-tiba lenyap.

Rekan-rekannya tersentak. Tak ada suara teriakan, tak ada tanda-tanda kegaduhan. Pria paruh baya itu diduga terpeleset dan tertelan ombak perairan PGN Pertamina saat sedang berkonsentrasi bekerja.

"Rekan korban tidak lagi melihat keberadaan korban di lokasi penyortiran. Diduga kuat, ia terjatuh saat sedang bekerja," ujar Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, saat memberikan keterangan resmi, Senin (6/4/2026).

Laporan hilangnya Selamet segera memicu operasi SAR gabungan yang melibatkan Polairud Lampung Timur dan Basarnas Lampung. Pencarian intensif dilakukan menyisir titik-titik koordinat potensial di tengah cuaca laut yang tak menentu.

Titik terang baru muncul pada Minggu (5/4/2026) malam. Sebuah kapal tug boat bernama TGN yang sedang melintas melihat sesosok tubuh terapung di perairan.

Lokasinya berada sekitar 10,08 Nautical Mile (Nm) ke arah selatan tenggara dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Baca Juga: Cerita Pilu 4 Sahabat di Wira Garden: Dua Selamat, Dua Lainnya Ditemukan Tewas di Pulau Pasaran

"Kami menerima informasi dari kru tug boat TGN mengenai posisi korban. Tim SAR segera bergerak menuju koordinat 525'56.0''S - 10557'05.6"E untuk melakukan evakuasi," lanjut Rezie.

Proses evakuasi berlangsung dalam suasana haru di tengah kegelapan malam. Tubuh Selamet berhasil diangkat dari dekapan laut, namun takdir berkata lain. Ia ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Malam itu juga, jasad Selamet dibawa ke daratan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Labuhan Maringgai sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (ANTARA)

Load More