Wakos Reza Gautama
Senin, 04 Mei 2026 | 08:26 WIB
Kepala Dinas PUPR, Mia Miranda menjelaskan pihaknya membangun tanggul darurat menggunakan karung berisi tanah sepanjang 100 meter diharapkan dapat mengendalikan aliran air yang menggerus tanah. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Hujan deras pada 1 Mei 2026 menyebabkan longsor di ruas jalan penghubung Pekon Padang Dalom dan Sukarami, Lampung Barat.
  • Dinas PUPR Lampung Barat membangun tanggul darurat dari karung tanah sepanjang 100 meter untuk mencegah kerusakan jalan lebih luas.
  • Langkah darurat ini dilakukan guna mengamankan akses vital mobilitas warga serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

SuaraLampung.id - Bagi warga Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, ruas jalan yang menghubungkan Pekon Padang Dalom menuju Pekon Sukarami bukan sekadar aspal biasa.

Jalur ini adalah "nadi" kehidupan, lintasan utama bagi anak-anak sekolah, petani yang membawa hasil bumi, hingga akses cepat menuju layanan kesehatan.

Namun, hujan deras yang mengguyur pada Jumat (1/5/2026) lalu nyaris memutus nadi tersebut. Intensitas air yang tinggi membuat tanggul beton penahan tebing tak kuasa menahan beban, hingga akhirnya ambles dan memicu longsoran yang mengancam badan jalan.

Menyadari ancaman isolasi yang menghantui warga, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat. Tak ingin kerusakan meluas, langkah darurat segera diambil.

Kepala Dinas PUPR Lampung Barat, Mia Miranda, menjelaskan bahwa titik longsor berada di area tanjakan kritis. Di sana, air hujan dari arah Sukarami kerap terjun bebas karena posisinya merupakan titik terendah.

"Kami akan melakukan penanganan sementara dengan membangun tanggul darurat menggunakan karung berisi tanah sepanjang 100 meter," ujar Mia saat dikonfirmasi, Minggu (3/5/2026).

Langkah ini, menurut Mia, adalah jurus paling efektif untuk saat ini guna menjinakkan aliran air yang liar.

"Tujuannya mengendalikan air agar alirannya lancar dan tidak terus-menerus mengikis tanah di bawah badan jalan," tambahnya.

Dinas PUPR menyadari bahwa setiap menit sangat berharga, terutama di tengah cuaca yang sulit diprediksi. Pekerjaan fisik ini ditargetkan segera terealisasi dalam satu hingga dua hari ke depan.

Baca Juga: Urat Nadi Way Tenong Terputus! Parosil Instruksikan Sambung Kembali Jalan Padang Tambak

Kecepatan menjadi kunci. Pasalnya, jika penanganan darurat ini tertunda, longsor susulan dipastikan akan semakin parah dan berpotensi melumpuhkan mobilitas harian masyarakat.

"Ruas jalan ini adalah akses vital. Distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga bergantung di sini. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan sangat terasa bagi perekonomian masyarakat setempat," tegas Mia. (ANTARA)

Load More