- Hujan deras pada 1 Mei 2026 menyebabkan longsor di ruas jalan penghubung Pekon Padang Dalom dan Sukarami, Lampung Barat.
- Dinas PUPR Lampung Barat membangun tanggul darurat dari karung tanah sepanjang 100 meter untuk mencegah kerusakan jalan lebih luas.
- Langkah darurat ini dilakukan guna mengamankan akses vital mobilitas warga serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
SuaraLampung.id - Bagi warga Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, ruas jalan yang menghubungkan Pekon Padang Dalom menuju Pekon Sukarami bukan sekadar aspal biasa.
Jalur ini adalah "nadi" kehidupan, lintasan utama bagi anak-anak sekolah, petani yang membawa hasil bumi, hingga akses cepat menuju layanan kesehatan.
Namun, hujan deras yang mengguyur pada Jumat (1/5/2026) lalu nyaris memutus nadi tersebut. Intensitas air yang tinggi membuat tanggul beton penahan tebing tak kuasa menahan beban, hingga akhirnya ambles dan memicu longsoran yang mengancam badan jalan.
Menyadari ancaman isolasi yang menghantui warga, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat. Tak ingin kerusakan meluas, langkah darurat segera diambil.
Kepala Dinas PUPR Lampung Barat, Mia Miranda, menjelaskan bahwa titik longsor berada di area tanjakan kritis. Di sana, air hujan dari arah Sukarami kerap terjun bebas karena posisinya merupakan titik terendah.
"Kami akan melakukan penanganan sementara dengan membangun tanggul darurat menggunakan karung berisi tanah sepanjang 100 meter," ujar Mia saat dikonfirmasi, Minggu (3/5/2026).
Langkah ini, menurut Mia, adalah jurus paling efektif untuk saat ini guna menjinakkan aliran air yang liar.
"Tujuannya mengendalikan air agar alirannya lancar dan tidak terus-menerus mengikis tanah di bawah badan jalan," tambahnya.
Dinas PUPR menyadari bahwa setiap menit sangat berharga, terutama di tengah cuaca yang sulit diprediksi. Pekerjaan fisik ini ditargetkan segera terealisasi dalam satu hingga dua hari ke depan.
Baca Juga: Urat Nadi Way Tenong Terputus! Parosil Instruksikan Sambung Kembali Jalan Padang Tambak
Kecepatan menjadi kunci. Pasalnya, jika penanganan darurat ini tertunda, longsor susulan dipastikan akan semakin parah dan berpotensi melumpuhkan mobilitas harian masyarakat.
"Ruas jalan ini adalah akses vital. Distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga bergantung di sini. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan sangat terasa bagi perekonomian masyarakat setempat," tegas Mia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Urat Nadi Way Tenong Terputus! Parosil Instruksikan Sambung Kembali Jalan Padang Tambak
-
8 Fakta Kasus Pembunuhan Warga Sukau Lampung Barat yang Menggegerkan Warga
-
Puluhan Rumah Tertimbun Longsor di Cisarua, BRI Hadir Ringankan Beban Korban
-
Menelusuri Kebun Kopi Robusta di Lampung Barat, Dari Lereng hingga Secangkir Kopi Juara
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan
-
Mama Saya Sudah Meninggal! Curhat Pilu Warga Lampung Diduga Ditolak RSUDAM Viral
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Modus Beli Rokok, Pria Ini Bawa Kabur Motor Teman: Buron Setahun, Tertangkap Saat Pulang Kampung