- Seorang balita berinisial SP meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang hotel kawasan Teluk Betung, Bandar Lampung, Jumat (1/5/2026).
- Upaya pertolongan pertama dan evakuasi medis telah dilakukan, namun nyawa korban tidak tertolong akibat henti jantung karena tenggelam.
- Polresta Bandar Lampung melakukan olah TKP dan memeriksa rekaman CCTV serta saksi untuk menyelidiki penyebab insiden tragis tersebut.
SuaraLampung.id - Pagi itu, Jumat (1/5/2026), suasana di hotel Swiss-Belhotel Lampung di kawasan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung awalnya terasa tenang. Namun, keceriaan pagi berubah menjadi kepanikan luar biasa sekitar pukul 07.15 WIB.
Sebuah insiden memilukan terjadi. SP, seorang balita perempuan yang baru berusia empat tahun, meregang nyawa setelah ditemukan tenggelam di kolam renang dewasa.
Kedalaman 120 sentimeter mungkin terdengar dangkal bagi orang dewasa, namun bagi SP, angka itu menjadi batas antara hidup dan mati. Bocah kecil itu ditemukan tak sadarkan diri di dasar kolam yang seharusnya bukan diperuntukkan bagi usianya.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengonfirmasi kabar duka tersebut.
"Benar, ada peristiwa seorang anak yang tenggelam di kolam renang dewasa salah satu hotel di Bandar Lampung. Saat ini masih kami dalami," ujarnya.
Drama penyelamatan sempat mewarnai kejadian tersebut. Begitu tubuh mungil SP diangkat dari air, petugas pengelola kolam bergerak cepat memberikan pertolongan pertama melalui resusitasi jantung paru (CPR).
Ada secercah harapan saat dada korban menunjukkan reaksi. Detak jantung yang lemah sempat kembali, memberikan harapan bagi siapa saja yang menyaksikan momen genting tersebut.
Dengan segera, pihak hotel menggunakan kendaraan operasional untuk melarikan SP ke rumah sakit terdekat demi mengejar waktu.
Namun takdir berkata lain. Setibanya di rumah sakit, kondisi SP menurun drastis. Meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawa sang balita tak tertolong.
Baca Juga: Dinding Geribik: Sejarah di Balik Lahirnya SMP Negeri 1 Bandar Lampung
Diagnosis dokter menyatakan SP mengalami cardio pulmonary arrest ec drowning, henti jantung dan pernapasan akibat tenggelam. Harapan itu pun pupus di ruang medis.
Tak lama setelah kejadian, tim dari Polresta Bandar Lampung bersama Bhabinkamtibmas dan personel Samapta langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Rekaman CCTV hotel kini menjadi kunci bagi pihak kepolisian untuk merangkai kronologi lengkap bagaimana SP bisa berada di area kolam dewasa tanpa pengawasan yang memadai.
“Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk meminta keterangan dari saksi-saksi, pihak keluarga, hingga pengelola hotel,” tegas Kompol Gigih.
Kini, keceriaan SP hanya tinggal kenangan. Jenazah sang balita telah dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan. Mengingat situasi yang penuh duka, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi.
Berita Terkait
-
Dinding Geribik: Sejarah di Balik Lahirnya SMP Negeri 1 Bandar Lampung
-
Proyek Megah Sekolah Rakyat 9,5 Hektare di Lampung Siap Beroperasi Juni 2026
-
Tak Terima Disalip, 2 Preman Jalanan Hajar Sopir Truk di Gunung Sugih
-
Nekat Beraksi di Parkiran Klinik, Pelarian Spesialis Curanmor di Sungkai Utara Berakhir
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan
-
Mama Saya Sudah Meninggal! Curhat Pilu Warga Lampung Diduga Ditolak RSUDAM Viral
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Modus Beli Rokok, Pria Ini Bawa Kabur Motor Teman: Buron Setahun, Tertangkap Saat Pulang Kampung