- Pemprov Lampung membangun kawasan pendidikan terpadu Sekolah Rakyat seluas 9,5 hektare di Kotabaru, Lampung Selatan.
- Proyek kolaborasi daerah dan pusat ini ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 untuk ajaran baru.
- Sekolah terintegrasi ini dirancang menampung 1.080 siswa dari jenjang dasar hingga menengah dengan fasilitas lengkap.
SuaraLampung.id - Kawasan Kotabaru di Kabupaten Lampung Selatan perlahan tapi pasti mulai menanggalkan kesan sunyi. Di atas hamparan lahan seluas 9,5 hektare yang berada di jantung pusat pendidikan masa depan Lampung, deru mesin konstruksi menjadi simbol harapan baru bagi dunia pendidikan di Bumi Ruwa Jurai.
Pemerintah Provinsi Lampung sedang mengebut megaproyek "Sekolah Rakyat" permanen. Bukan sekadar gedung sekolah biasa, institusi ini dirancang menjadi kawasan pendidikan terpadu yang akan menaungi generasi muda dari jenjang dasar hingga menengah atas.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin hanya sekadar membangun gedung.
Ia memastikan bahwa saat lonceng sekolah pertama kali berbunyi nanti, seluruh nadi penunjang di sekitarnya sudah harus berfungsi sempurna.
"Kami memastikan seluruh fasilitas pendukung seperti infrastruktur jalan, penerangan, dan fasilitas lainnya sudah siap mendukung operasional Sekolah Rakyat saat waktu penyelesaian nanti," tegas Marindo, Sabtu (2/5/2026).
Langkah ini merupakan bentuk komitmen penuh Pemprov Lampung untuk menghidupkan kembali marwah Kotabaru sebagai pusat peradaban baru. Targetnya sekolah ini harus mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
Saat ini, wajah Sekolah Rakyat permanen tersebut sudah mulai berwujud. Dengan progres pembangunan yang telah menyentuh angka 38 persen, para pekerja di lapangan terus berpacu dengan waktu. Kalender pembangunan telah menandai tanggal 20 Juni 2026 sebagai titik akhir pengerjaan fisik 100 persen.
Proyek ini merupakan kolaborasi apik antara daerah dan pusat. Pemprov Lampung menyediakan lahan strategis di kawasan pusat pendidikan, sementara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengawal konstruksi dengan dukungan dana APBN. Ini adalah satu dari 104 sekolah permanen yang dibangun serentak di berbagai penjuru negeri.
Daya tarik utama sekolah ini terletak pada skalanya yang masif. Dirancang untuk menampung hingga 1.080 peserta didik, sekolah ini akan memiliki 36 ruang kelas yang nyaman, dengan kapasitas ideal 30 siswa per kelas.
Baca Juga: Tak Terima Disalip, 2 Preman Jalanan Hajar Sopir Truk di Gunung Sugih
Hebatnya lagi, peserta didik tidak perlu berpindah lokasi saat naik jenjang. Dari bangku SD, SMP, hingga SMA, semuanya terintegrasi dalam satu kawasan yang sama. Namun, keunggulan Sekolah Rakyat Kotabaru tidak berhenti pada ruang kelas saja.
Untuk mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik, fasilitas kelas wahid turut disiapkan. Mulai dari gedung serbaguna (GSG) yang luas, asrama bagi siswa yang tinggal jauh, hingga sarana olahraga yang representatif. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tak Terima Disalip, 2 Preman Jalanan Hajar Sopir Truk di Gunung Sugih
-
Nekat Beraksi di Parkiran Klinik, Pelarian Spesialis Curanmor di Sungkai Utara Berakhir
-
Sempat Kirim Pesan ke Istri Lalu Menghilang, Pria di Lampung Utara Ditemukan Meninggal
-
Dikepung Warga Karena Dikira Mau Nyolong, Pemuda di Lampung Tengah Malah Ketahuan Bawa Sabu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan
-
Mama Saya Sudah Meninggal! Curhat Pilu Warga Lampung Diduga Ditolak RSUDAM Viral
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Modus Beli Rokok, Pria Ini Bawa Kabur Motor Teman: Buron Setahun, Tertangkap Saat Pulang Kampung