Wakos Reza Gautama
Senin, 21 September 2026 | 07:20 WIB
Ilustrasi Mayat. Yuda Iswanto, ABK KM Rasti Jaya asal Lampung Timur, yang hilang di perairan Way Seputih, Tulang Bawang, ditemukan tak bernyawa. [unsplash/john hendrick]
Baca 10 detik
  • Yuda Iswanto, ABK KM Rasti Jaya asal Lampung Timur, hilang di perairan Way Seputih pada Sabtu dini hari.
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif menggunakan perahu di tengah tantangan cuaca buruk dan gelombang tinggi.
  • Jasad korban ditemukan mengapung sejauh 26 kilometer pada Minggu sore dan langsung diserahkan ke rumah duka.

SuaraLampung.id - Misteri hilangnya Yuda Iswanto (22), anak buah kapal (ABK) KM Rasti Jaya di perairan Way Seputih, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, berakhir memilukan.

Pemuda asal Lampung Timur itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah terombang-ambing sejauh 26 kilometer (14,27 mil laut) dari lokasi awal ia dilaporkan terjatuh.

Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Feriansyah Putra mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan mengapung di koordinat 4°45.750'S–105°52.803'E.

"Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Kawatan, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, untuk diserahkan kepada pihak keluarga," terang Fery.

Tragedi ini bermula pada Sabtu (19/9/2026) dini hari. KM Rasti Jaya yang bertolak dari Muara Gading Mas sejak Kamis (17/9/2026) tiba di perairan Way Seputih sekitar pukul 04.30 WIB untuk menebar jaring ikan.

Saat persiapan melaut, Yuda sempat berpamitan kepada nakhoda untuk merebus air di bagian belakang (buritan) kapal. Namun, berselang 20 menit, korban tak kunjung kembali. Saat dicek, buritan kapal sudah kosong.

Nakhoda dan ABK lain sempat menyisir area sekitar, namun Yuda raib tanpa jejak hingga insiden tersebut dilaporkan ke Basarnas.

Pencarian yang memasuki hari kedua pada Minggu pagi sempat menemui jalan buntu. Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area hingga radius 10 mil laut menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.

Namun, medan laut berkata lain. Sekitar pukul 11.15 WIB, operasi di atas air sempat dihentikan total demi keselamatan petugas akibat cuaca buruk dan hantaman gelombang tinggi.

Baca Juga: Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun

Tim hanya dapat memantau secara visual dari kejauhan sebelum akhirnya kembali menerjang perairan pukul 13.00 WIB usai cuaca mereda.

Operasi kemanusiaan yang melibatkan Pos SAR Tulang Bawang, Pos TNI AL, Polairud Polres Tulang Bawang, dan relawan nelayan ini akhirnya membuahkan hasil jelang petang.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 17.30 WIB. Seluruh unsur gabungan kini telah ditarik kembali ke satuan masing-masing," pungkas Fery.

Load More