- Yuda Iswanto, ABK KM Rasti Jaya asal Lampung Timur, hilang di perairan Way Seputih pada Sabtu dini hari.
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif menggunakan perahu di tengah tantangan cuaca buruk dan gelombang tinggi.
- Jasad korban ditemukan mengapung sejauh 26 kilometer pada Minggu sore dan langsung diserahkan ke rumah duka.
SuaraLampung.id - Misteri hilangnya Yuda Iswanto (22), anak buah kapal (ABK) KM Rasti Jaya di perairan Way Seputih, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, berakhir memilukan.
Pemuda asal Lampung Timur itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah terombang-ambing sejauh 26 kilometer (14,27 mil laut) dari lokasi awal ia dilaporkan terjatuh.
Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Feriansyah Putra mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan mengapung di koordinat 4°45.750'S–105°52.803'E.
"Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Kawatan, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, untuk diserahkan kepada pihak keluarga," terang Fery.
Tragedi ini bermula pada Sabtu (19/9/2026) dini hari. KM Rasti Jaya yang bertolak dari Muara Gading Mas sejak Kamis (17/9/2026) tiba di perairan Way Seputih sekitar pukul 04.30 WIB untuk menebar jaring ikan.
Saat persiapan melaut, Yuda sempat berpamitan kepada nakhoda untuk merebus air di bagian belakang (buritan) kapal. Namun, berselang 20 menit, korban tak kunjung kembali. Saat dicek, buritan kapal sudah kosong.
Nakhoda dan ABK lain sempat menyisir area sekitar, namun Yuda raib tanpa jejak hingga insiden tersebut dilaporkan ke Basarnas.
Pencarian yang memasuki hari kedua pada Minggu pagi sempat menemui jalan buntu. Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area hingga radius 10 mil laut menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.
Namun, medan laut berkata lain. Sekitar pukul 11.15 WIB, operasi di atas air sempat dihentikan total demi keselamatan petugas akibat cuaca buruk dan hantaman gelombang tinggi.
Baca Juga: Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun
Tim hanya dapat memantau secara visual dari kejauhan sebelum akhirnya kembali menerjang perairan pukul 13.00 WIB usai cuaca mereda.
Operasi kemanusiaan yang melibatkan Pos SAR Tulang Bawang, Pos TNI AL, Polairud Polres Tulang Bawang, dan relawan nelayan ini akhirnya membuahkan hasil jelang petang.
"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 17.30 WIB. Seluruh unsur gabungan kini telah ditarik kembali ke satuan masing-masing," pungkas Fery.
Berita Terkait
-
Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun
-
Pencarian Berakhir Duka: Polisi Muda yang Hilang di Sungai Mesuji Ditemukan Tak Bernyawa
-
Misteri Hilangnya Polisi Muda di Sungai Mesuji: Terjatuh Saat Kawal Kapal Sawit
-
SAR Lampung Terjunkan 17 Personel Bantu Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong