Wakos Reza Gautama
Senin, 21 September 2026 | 09:43 WIB
Warga di Jalan Raden Intan, RT 21/RW 04, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar mandi rumah penunggu gedung walet, Minggu (20/9/2026) malam. [Dok Humas Polres Metro]
Baca 10 detik
  • Buruh harian berinisial BW ditemukan tewas membusuk di kamar mandi rumah penunggu sarang walet Kota Metro pada Minggu (20/9/2026).
  • Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan menduga korban meninggal dunia akibat serangan penyakit mendadak saat hendak buang air besar.
  • Keluarga korban menolak proses autopsi dan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah sebelum jenazah dimakamkan secara layak.

SuaraLampung.id - Kematian sunyi menyelimuti sebuah rumah penunggu sarang burung walet di Jalan Raden Intan, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro.

BW (54), seorang buruh harian lepas yang tinggal sebatang kara di bangunan tersebut, ditemukan tewas membusuk di dalam kamar mandi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Tragedi ini terkuak berkat ketelitian seorang tetangga korban, Suranto (52). Ia menaruh curiga setelah mendapati sepeda motor Yamaha Jupiter milik korban terparkir kaku di teras dengan posisi yang sama persis selama dua malam berturut-turut.

Firasat buruk mendorong Suranto segera melapor kepada Ketua RT dan RW setempat. Bersama-sama, mereka mendatangi rumah milik warga Jakarta yang dijaga oleh korban tersebut.

Kecurigaan kian beralasan saat para saksi mencium aroma busuk yang menusuk hidung dari dalam bangunan. Menelusuri sumber bau hingga ke arah kamar mandi, mereka mendapati pemandangan memilukan, tubuh BW terbujur kaku tak bernyawa dalam posisi tertelungkup.

Sontak, warga langsung menghubungi pihak kepolisian dan Babinsa setempat. Mendapat laporan warga, personel siaga Polres Metro bersama Tim Inafis dan SPKT langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) yang masih dalam kondisi status quo.

Berdasarkan hasil olah TKP, korban ditemukan dalam posisi memilukan. Bagian kakinya berada di dekat kloset, sementara tubuhnya tertahan di bibir bak mandi dengan posisi wajah menghadap ke dalam air, meski tidak tenggelam sepenuhnya.

Kondisi pakaian korban, yang mengenakan kaus dan celana dalam keadaan setengah terbuka, memperkuat dugaan kuat bahwa pria paruh baya tersebut mengalami serangan penyakit mendadak saat hendak buang air besar, sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.

Pemeriksaan fisik luar oleh petugas tidak menemukan adanya bekas luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca Juga: Modus Kencan Berujung Petaka: Diajak Makan Malam, Gadis di Metro Dirudapaksa Kenalan di Kamar

Mengingat korban diperkirakan telah wafat lebih dari 24 jam, pembusukan alami sudah mulai tampak pada area wajah dan kedua tangan.

Barang-barang berharga milik korban pun dipastikan masih utuh di tempatnya. Polisi mengamankan satu unit ponsel, sepeda motor Yamaha Jupiter, dompet hitam berisi KTP dan STNK, serta tas pribadi.

Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari olah TKP hingga koordinasi intensif dengan pihak kerabat.

"Pihak keluarga telah dihubungi dan menyatakan ikhlas menerima peristiwa ini murni sebagai musibah. Keluarga menolak proses autopsi," terang perwakilan Polres Metro.

Usai dievakuasi dari TKP, jenazah BW langsung dibawa menuju rumah duka perkumpulan gotong royong untuk disucikan dan dimakamkan secara layak.

Load More