Wakos Reza Gautama
Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:58 WIB
Warga Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di aliran sungai kecil. Jasad bayi ditemukan tertutup tumpukan sampah. [Dok Humas Polresta Bandar Lampung]
Baca 10 detik
  • Dua siswa sekolah dasar menemukan jasad bayi laki-laki di sungai Kelurahan Tanjung Agung pada Senin siang, 24 Agustus 2026.
  • Petugas Polsek Tanjung Karang Timur dan Tim Inafis mengevakuasi jasad bayi yang masih berari-ari tersebut ke RSUD Abdul Moeloek.
  • Kompol Gigih Andri Putranto menyatakan pihak kepolisian masih mendalami penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kematian serta pelaku pembuangan.

SuaraLampung.id - Langkah kaki dua bocah sekolah dasar di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, . terhenti tepat di perbatasan Kelurahan Sawah Brebes, Senin siang (24/8/2026).

Di antara arus sungai kecil yang dipenuhi tumpukan sampah, menyembul sesosok benda pucat yang tampak asing. Awalnya mereka ragu, namun saat mendekat, rasa penasaran itu berubah menjadi kengerian.

Benda itu bukan boneka, melainkan jasad bayi laki-laki yang tergeletak malang dalam posisi miring, sebagian tubuhnya tenggelam di balik sisa-sisa limbah rumah tangga.

Kejadian sekitar pukul 14.00 WIB itu seketika memecah kesunyian warga Kecamatan Tanjung Karang Timur. Kabar penemuan ini menjalar cepat, mengubah suasana tenang menjadi kegemparan yang menyayat hati.

Tak butuh waktu lama bagi petugas Polsek Tanjung Karang Timur dan Tim Inafis Polresta Bandar Lampung untuk tiba di lokasi.

Saat jasad dievakuasi, sebuah fakta pilu terungkap. Bayi mungil tersebut diperkirakan lahir dalam kondisi cukup bulan.

Ironisnya, tali pusat atau ari-ari masih menempel erat di tubuhnya, sebuah tanda bahwa ia baru saja melihat dunia sebelum akhirnya dibuang ke sungai yang dingin.

"Kondisi jasad saat ditemukan sudah mulai mengalami proses pembusukan," ujar Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, saat memberikan keterangan resmi pada Selasa (25/8/2026).

Pihak kepolisian kini tengah bekerja ekstra keras untuk menyusun kepingan teka-teki di balik tragedi ini. Dugaan bahwa bayi malang ini sengaja dibuang oleh orang tuanya menjadi fokus utama penyelidikan.

Baca Juga: Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Namun, siapa yang tega melakukan perbuatan tersebut masih menjadi tanda tanya besar yang menyelimuti warga Tanjung Agung.

Setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang mencekam, jasad bayi laki-laki tersebut segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Abdul Moeloek.

Di sana, tim medis dan ahli forensik akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya. Apakah ia meninggal sesaat setelah dilahirkan, atau sengaja dihabisi sebelum dibenamkan ke sungai?

"Untuk penyebab kematian dan siapa yang membuang, saat ini masih kami dalami melalui penyelidikan intensif," tegas Kompol Gigih.

Load More