Wakos Reza Gautama
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:40 WIB
Kepala Pelaksanaan BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar menyebut pihaknya menyiagakan posko selama 24 jam untuk mengantisipasi sekaligus menangani dampak kekeringan. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • BPBD Bandar Lampung menyiagakan posko 24 jam dan mendistribusikan hingga 15 truk air bersih setiap hari untuk mengatasi krisis akibat El Nino sejak Jumat, 21 Agustus 2026.
  • Lima wilayah terdampak parah kekeringan yang mendapat prioritas penyaluran air meliputi Kecamatan Panjang, Sukabumi, Tanjung Karang Pusat, Rajabasa, dan Teluk Betung Timur.
  • Kepala Pelaksana BPBD Idham Basyar menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PU untuk merencanakan pembangunan sumur bor baru sebagai solusi jangka panjang.

SuaraLampung.id - Matahari yang menyengat dan debu yang mulai beterbangan menjadi penanda jelas bahwa El Nino telah tiba di Bandar Lampung.

Saat sumur-sumur warga mulai menyusut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung memilih untuk tidak tidur.

Demi memastikan tidak ada warga yang kesulitan memasak atau mandi, BPBD resmi menyiagakan posko darurat 24 jam. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap fenomena iklim yang diprediksi akan mencekik ketersediaan air hingga Oktober 2026 mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, menegaskan bahwa kantornya kini menjadi pusat bantuan bagi siapa saja yang membutuhkan air bersih. Tidak sekadar menunggu laporan, armada tangki air kini hilir mudik membelah jalanan kota setiap hari.

"Setiap hari, kami mengerahkan sekitar 12 hingga 15 mobil tangki. Air bersih ini langsung kami salurkan ke titik-titik yang paling membutuhkan," ujar Idham, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan pemetaan tim di lapangan, ada lima wilayah yang saat ini berada dalam kondisi merah atau paling terdampak krisis air. Perhatian ekstra diberikan kepada warga di Kecamatan Panjang, Sukabumi, Tanjung Karang Pusat, Rajabasa dan Teluk Betung Timur.

"Kami pastikan pelayanan ini tidak akan berhenti selama masyarakat masih menghadapi krisis akibat kekeringan ini," tambahnya.

BPBD menyadari bahwa mengirim mobil tangki hanyalah solusi darurat. Untuk menghadapi masa depan yang lebih kering, Idham mengungkapkan pihaknya tengah menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Misi mereka adalah melakukan survei geologis untuk mencari titik potensial pembangunan sumur bor baru. Langkah strategis ini diharapkan menjadi oase permanen bagi wilayah-wilayah yang setiap tahunnya selalu menjadi langganan kekeringan. Meski bantuan terus mengalir, pemerintah mengimbau warga untuk tetap bijak.

Baca Juga: Mimpi Bandar Lampung Menyulap Kawasan Pesisir Menjadi Front City Kelas Dunia

"Gunakan air sesuai kebutuhan saja, prioritaskan untuk hal yang paling mendasar. Kami minta masyarakat tetap tenang dan segera berkoordinasi dengan petugas di lapangan jika pasokan di rumah sudah benar-benar kritis," pungkas Idham. (ANTARA)

Load More