- Pemerintah Kota Bandar Lampung mengusulkan kepada pusat agar Dana Bagi Hasil pajak rokok disalurkan secara langsung ke rekening kabupaten atau kota.
- Kepala BKAD Zaki Irawan menyatakan keterlambatan transfer dari pemerintah provinsi selama tiga hingga enam bulan telah mengganggu pembiayaan program kesehatan masyarakat.
- Pemerintah kota pada Rabu, 19 Agustus 2026, menilai skema transfer langsung tersebut dapat membuat pengelolaan anggaran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
SuaraLampung.id - Selama ini, alur birokrasi penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) pajak rokok dan cukai tembakau harus melewati jalan panjang dan berliku.
Akibatnya, dana segar yang seharusnya digunakan untuk membiayai kesehatan masyarakat sering kali mengendap terlalu lama di tingkat provinsi.
Melihat fenomena ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung resmi melayangkan usulan berani ke pemerintah pusat meminta dana tersebut mengalir langsung ke rekening kabupaten/kota, tanpa harus mampir di rekening Pemerintah Provinsi (Pemprov) terlebih dahulu.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandar Lampung, Zaki Irawan, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil demi efisiensi dan kepastian anggaran.
Menurutnya, keterlambatan penyaluran dari pihak provinsi telah menjadi hambatan klasik yang mengganggu ritme pembiayaan program krusial di daerah.
Bagi pemerintah daerah, dana ini bukan sekadar angka di atas kertas. Setiap tiga bulan sekali, pusat menyalurkan DBH pajak rokok dengan nilai berkisar antara Rp4 miliar hingga Rp7 miliar untuk Kota Bandar Lampung.
Dana ini memegang peranan vital dalam menyokong napas pelayanan kesehatan, mulai dari pembayaran BPJS Kesehatan hingga Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM).
Namun, realita di lapangan sering kali tak seindah rencana. Zaki menyebutkan, meski pusat sudah mengirimkan dana tersebut, Pemkot tidak bisa langsung menyentuhnya karena harus menunggu turunnya Surat Keputusan (SK) dari Gubernur.
"Sayangnya, penyaluran dari Pemprov sering terlambat. Tidak jarang, dana yang sudah ditransfer dari pusat baru sampai ke tangan kami tiga hingga enam bulan kemudian," ungkap Zaki, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU
Keterlambatan hingga setengah tahun ini dianggap sangat kontraproduktif. Pasalnya, beban jaminan kesehatan warga tidak bisa ditunda.
Dengan adanya skema transfer langsung (direct transfer), Pemkot Bandar Lampung yakin pengelolaan anggaran akan jauh lebih akuntabel dan tepat sasaran.
"Usulan kami adalah agar DBH ini langsung disalurkan ke rekening daerah masing-masing. Jika jalur ini dipangkas, dana tersebut bisa langsung kami pakai sesuai peruntukannya tanpa perlu menunggu birokrasi tambahan yang memakan waktu," tegasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU
-
Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan dengan Luka Bekas Lindasan Ban di Bypass Bandar Lampung
-
Dua Pelayan Resto di Lampung Tumbalkan Motor Bos demi Modal Judol
-
Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Sebar Video Asusila untuk Teror Pacar di Bawah Umur, Pemuda 19 Tahun di Tubaba Diciduk Polisi
-
Petaka Aksi Standing Motor di Pringsewu: Honda Supra Hantam Pajero, 2 Pemuda Tewas Terpental
-
Kades Ogan Jaya Dikejar Golok Usai Mediasi di Kantor Pemkab Lampung Utara: 2 Tersangka Ditahan
-
BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026, BRI Hadir di Rumah Indonesia Nagoya