Wakos Reza Gautama
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:38 WIB
Warga Jalan Ir Sutami, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria. Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk dan membengkak di depan bekas Kafe Bunga, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. [Dok Humas Polresta Bandar Lampung]
Baca 10 detik
  • Warga menemukan jasad Sudarto di bekas Kafe Bunga Bandar Lampung pada hari Rabu siang, 19 Agustus 2026.
  • Petugas kepolisian memastikan korban yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut meninggal tanpa ada tanda-tanda kekerasan fisik.
  • Keluarga menolak proses visum dan langsung membawa pulang jenazah korban untuk dimakamkan karena sudah mengikhlaskannya.

SuaraLampung.id - Selama sepuluh bulan terakhir, bekas Kafe Bunga di Jalan Ir Sutami, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, hanyalah bangunan bisu yang ditinggalkan hiruk-pikuk pengunjungnya.

Namun, pada Rabu siang (19/8/2026), kesunyian di bangunan yang mulai ditumbuhi semak belukar itu pecah oleh aroma menyengat yang mengundang tanya.

Bau tidak sedap yang menusuk hidung penjalan kaki membawa warga pada penemuan jasad seorang pria dalam kondisi membengkak di area yang tersembunyi.

Pria itu adalah Sudarto (45), sosok yang selama ini dikenal sering menjadikan bayang-bayang pohon seri dan rimbunnya semak sebagai tempat melepas lelah.

Kematian Sudarto meninggalkan jejak ironi. Seorang saksi mata mengaku sempat melihat pria malang itu dua hari sebelum jasadnya ditemukan.

Saat itu, Sudarto tampak sedang berbaring, posisi yang lazim dilakukan oleh pria yang dikabarkan mengalami gangguan kejiwaan dan sedang didera sakit tersebut.

Tak ada yang menyangka, momen yang dilihat warga itu adalah detik-detik terakhir nyawa Sudarto berpisah dari raga.

Karena lokasi bekas kafe yang tertutup dan sudah lama tidak beroperasi, tak ada satu pun mata yang menyadari bahwa tubuh di balik semak itu tak lagi bernapas.

"Saksi mengaku terakhir kali melihat korban dua hari lalu sedang tertidur. Namun saat itu tidak tahu apakah korban sudah meninggal atau belum," ungkap Kapolsek Sukarame, Kompol Henry Dunan Pandiangan.

Baca Juga: Potong Jalur Birokrasi: Bandar Lampung Minta Dana Pajak Rokok Tak Lagi Mampir di Provinsi

Kabar penemuan jasad ini segera menjalar hingga ke wilayah Panjang. Fernando, seorang tetangga korban, datang memastikan identitas pria tersebut.

Benar saja, jasad yang membengkak itu adalah Sudarto, tetangganya yang memang sudah lama jarang pulang ke rumah karena kondisi kejiwaannya yang tak stabil.

Polisi segera bertindak cepat. Tim Inafis Polresta Bandar Lampung diterjunkan untuk menyisir lokasi kejadian. Meski jasad ditemukan dalam kondisi membusuk, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh Sudarto.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum. Mereka sudah mengikhlaskan dan meminta jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," tambah Kompol Pandiangan.

Load More