- Bhayangkara Presisi Lampung FC menjamu Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda pada Kamis, 30 April 2026 lalu.
- Pemain Bhayangkara, Henry Doumbia, melaporkan tindakan rasisme yang dilakukan pemain lawan kepada kaptennya saat jeda pertandingan.
- Manajemen Bhayangkara resmi melaporkan insiden rasisme tersebut kepada Match Commissioner dan Komisi Disiplin PSSI untuk ditindaklanjuti.
SuaraLampung.id - Malam di Stadion Sumpah Pemuda, Kamis (30/4/2026), seharusnya menjadi panggung pesta sepak bola saat Bhayangkara Presisi Lampung FC menjamu raksasa Persib Bandung.
Namun, drama yang tersaji pada pekan ke-30 Super League ini justru menyisakan residu pahit yang mencederai sportivitas.
Bukan soal skor akhir 4-2 untuk kemenangan tim tamu, melainkan sebuah insiden "gelap" yang meledak di lorong pemain.
Jagad maya beberapa hari terakhir diguncang oleh potongan video viral yang memperlihatkan ketegangan luar biasa antara dua kapten tim.
Wahyu Subo Seto dari kubu tuan rumah dan Marc Klok dari Persib Bandung. Di balik adu mulut yang terekam kamera tersebut, tersimpan sebuah alasan emosional yang menyentuh isu paling sensitif di dunia olahraga yaitu rasisme.
Api keributan itu rupanya mulai terpercik saat peluit babak pertama berakhir. Henry Doumbia, pemain asing andalan Bhayangkara Presisi Lampung FC, menghampiri kaptennya, Wahyu Subo Seto, dengan wajah terpukul. Ia melaporkan bahwa dirinya baru saja menerima serangan verbal bernada rasisme dari pemain lawan.
"Henry Doumbia memberitahukan aksi rasis yang diterimanya kepada Wahyu Subo Seto sebagai kapten tim saat jeda turun minum," ungkap Manajer Tim Bhayangkara Presisi Lampung FC, AKBP Reza Arifian, Sabtu (2/5/2026) dikutip dari lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Mendengar pengakuan sang rekan, darah sang kapten pun mendidih. Sebagai pemimpin di lapangan, Wahyu Subo Seto merasa punya tanggung jawab moral untuk melindungi martabat pemainnya. Begitu babak kedua usai dan kedua tim menuju ruang ganti, Wahyu langsung mencegat Marc Klok di lorong pemain.
"Wahyu Subo Seto mendatangi pemain Persib dengan maksud mengonfirmasi ucapan rasis yang ditujukan kepada Henry Doumbia. Momen perdebatan itulah yang kemudian terekam dan viral di media sosial," jelas AKBP Reza.
Baca Juga: Duel Panas Bhayangkara FC vs Persib: 390 Personel Gabungan Jaga Stadion Sumpah Pemuda
Debat panas tak terhindarkan. Bagi manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC, tindakan ini bukan sekadar keributan antar-pemain, melainkan perlawanan terhadap perilaku yang tidak punya tempat dalam dunia sepak bola profesional.
Pihak manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC tidak main-main dalam menyikapi persoalan ini. Mereka langsung bergerak cepat dengan melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada Match Commissioner dan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
"Aksi rasisme merupakan hal yang tidak bisa diterima, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau. Kami sudah laporkan ini secara resmi segera setelah laga usai," tegas Reza.
Berita Terkait
-
Duel Panas Bhayangkara FC vs Persib: 390 Personel Gabungan Jaga Stadion Sumpah Pemuda
-
Penyakit Awal Laga Bhayangkara FC: Paul Munster Bongkar Rahasia Comeback Dramatis Atas PSIM
-
Sihir Moussa Sidibe Taklukkan Macan Kemayoran: Lahirnya Sang Bintang Baru Bhayangkara FC
-
Drama Menit Akhir! Bhayangkara FC Tundukkan Bali United 2-1 di Lampung
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029
-
Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun
-
Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau
-
Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu
-
Tiga Kali Mangkir Berujung Borgol: Sekda Lampung Tengah Ditahan Polda Lampung Usai Diperiksa 9 Jam