Wakos Reza Gautama
Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:05 WIB
Ilustrasi rekam jejak bandit yang menembak mati polisi di Lampung. [Pixabay]
Baca 10 detik
  • Tim gabungan menindak tegas Bahroni hingga tewas karena melakukan perlawanan aktif di Pesawaran pada Jumat (15/5/2026).
  • Bahroni tewas setelah sebelumnya menembak mati Bripka Arya Supena saat mencoba menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di Lampung.
  • Polisi juga berhasil meringkus rekan Bahroni bernama Hamdi yang turut terlibat dalam upaya pencurian sepeda motor tersebut.

SuaraLampung.id - Pelarian Bahroni berakhir di ujung senjata api aparat kepolisian. Bandit yang menembak mati Bripka Anumerta Arya Supena, anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung, harus merasakan nasib serupa.

Nyawanya melayang dalam sebuah proses penangkapan oleh Tim Gabungan di Teluk Hantu, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Jumat (15/5/2026).

Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf mengatakan petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap Bahroni karena melakukan perlawanan.

"Yang bersangkutan melakukan perlawanan aktif sehingga yang membahayakan petugas dengan senjata api rakitan sehingga polisi memberikan tindakan tegas dan terukur. Pelaku meninggal dunia di tempat," kata Helfi.

Selain Bahroni, polisi juga meringkus Hamdi, yang merupakan rekan kerja Bahroni saat melakukan pencurian sepeda motor (curanmor).

Pada Jumat (9/5/2026) pagi sekitar pukul 06.00, duo bandit ini berupaya mencuri sepeda motor di depan Toko Yussy Akmal, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Hamdi menunggu di atas sepeda motor di saat Bahroni berupaya membobol kunci motor milik karyawan Yussy Akmal. Saat itulah datang Bripka Arya memergoki Bahroni.

Arya mengacungkan senjata api berupaya menggagalkan aksi Bahroni. Ternyata todongan senpi tidak bikin ciut nyali Bahroni. Dia melakukan perlawanan hingga terjadi pergumulan.

Nahas bagi Arya. Bahroni berhasil merebut senpi dari tangannya dan menembak kepala Arya yang langsung tersungkur bersimbah darah. Melihat Arya terkapar, Bahroni segera melarikan diri bersama Hamdi sambil membawa senjata api milik Arya.

Baca Juga: Ujung Pelarian Bandit Curanmor yang Menembak Mati Bripka Arya Supena

Pernah Kabur dari RS Bhayangkara

Bahroni bukan pemain baru dalam dunia curanmor di Lampung. Di tahun 2022 lalu, dia pernah ditangkap aparat Polda Lampung dalam kasus jambret HP di Jalan Dr Susilo Dekat Graha Gading Kelurahan Sumur Batu, Bandar Lampung.

Ketika itu Arya harus menjalani prosedur pemeriksaan Covid-19. Hasilnya dia dinyatakan positif. Alhasil Bahroni harus menjalani masa isolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Tak disangka, Bahroni mengambil langkah nekat melarikan diri dari RS Bhayangkara Polda Lampung. Dia melepaskan ikatan tangan lalu kabur melalui pagar lantai 2. Sehari setelah melarikan diri, Bahroni akhirnya diserahkan pihak keluarga ke Polda Lampung.

Load More