Wakos Reza Gautama
Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi KUR. Pemerintah menyalurkan KUR sebesar Rp3,59 triliun kepada 61 ribu debitur di Provinsi Lampung hingga Mei 2026. [ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Pemerintah menyalurkan KUR sebesar Rp3,59 triliun kepada 61 ribu debitur di Provinsi Lampung hingga Mei 2026.
  • Sektor pertanian menjadi penyerapan dana KUR terbesar dengan realisasi mencapai 56,24 persen dari total plafon tersedia.
  • Kabupaten Lampung Tengah memimpin pemanfaatan KUR, sementara BRI tercatat sebagai penyalur utama dengan kontribusi 70,25 persen.

SuaraLampung.id - Di balik hamparan sawah yang membentang di Lampung Tengah hingga geliat pasar tradisional di Lampung Selatan, ada "darah segar" yang tengah mengalir deras.

Hingga Mei 2026, suntikan modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Lampung tercatat telah menembus angka fantastis Rp3,59 triliun.

Angka triliunan ini bukan sekadar deretan nol di atas kertas. Ia adalah napas baru bagi lebih dari 61 ribu debitur, para petani, pedagang kecil, hingga pekerja migran, yang sedang berjuang menaikkan kelas ekonomi mereka.

Meski angka Rp3,59 triliun terdengar jumbo, ternyata itu baru "pemanasan". Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Lampung, Purwadhi Adhiputranto, mengungkapkan bahwa total jatah (plafon) KUR untuk Lampung tahun ini mencapai Rp10,63 triliun.

"Realisasinya baru mencapai 33,76 persen. Artinya, masih banyak ruang yang harus ditingkatkan agar modal ini benar-benar terserap oleh masyarakat," ujar Purwadhi, Kamis (14/5/2026).

Dari empat skema yang ada, KUR Mikro menjadi primadona paling laris dengan kucuran Rp2,8 triliun bagi 58 ribu lebih pengusaha kecil. Sementara itu, KUR Kecil menyusul dengan angka Rp706 miliar.

Menariknya, negara juga tetap memberi perhatian pada pahlawan devisa melalui KUR TKI yang telah terserap sebesar Rp628 juta.

Lampung memang tak bisa dilepaskan dari tanahnya yang subur. Data DJPb menunjukkan bahwa sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penyerap KUR terbesar, yakni mencapai 56,24 persen.

Di sisi lain, bagi mereka yang tidak tersentuh perbankan, skema Pembiayaan Ultramikro (UMI) hadir sebagai penyelamat. Dengan realisasi sebesar Rp241,7 miliar, bantuan modal ini telah menyasar 33 ribu pedagang kecil di sektor perdagangan eceran.

Baca Juga: Pencarian Nelayan Pandeglang yang Hilang di Perairan Kalianda Dihentikan

Jika bicara wilayah mana yang paling "gesit" menyerap modal ini, Kabupaten Lampung Tengah tak tertandingi. Wilayah ini menguasai 24,11 persen dari total pemanfaatan KUR se-Provinsi Lampung. Sementara untuk urusan pembiayaan ultramikro (UMI), Kabupaten Lampung Selatan tampil sebagai yang terdepan.

Lantas, siapa penggerak utamanya? BRI masih memegang mahkota sebagai penyalur KUR terbesar dengan kontribusi mencapai 70,25 persen.

Pemerintah kini terus mendorong agar sisa plafon KUR yang masih melimpah bisa segera dimanfaatkan. Fokusnya bukan hanya pada penyerapan angka, tapi pada transformasi UMKM Lampung agar lebih tangguh.

"Kami berharap masyarakat bisa lebih banyak memanfaatkan pembiayaan ini, terutama skema UMI yang jalurnya lewat lembaga keuangan bukan bank. Modalnya ada, kesempatannya terbuka, tinggal bagaimana warga menangkap peluang ini," pungkas Purwadhi. (ANTARA)

Load More