- Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung menghimpun pajak sebesar Rp1,61 triliun selama periode Januari hingga Maret 2026.
- Pencapaian tersebut tumbuh 22,22 persen secara tahunan yang didorong sektor perdagangan, industri pengolahan, serta administrasi pemerintahan.
- Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami penurunan kontribusi signifikan menjadi 3,77 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
SuaraLampung.id - Geliat ekonomi di gerbang selatan Sumatera dan Bumi Rafflesia menunjukkan sinyal positif di awal tahun 2026. Bukan sekadar angka di atas kertas, denyut nadi aktivitas pasar, industri, hingga belanja pemerintah tercermin nyata dalam catatan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, negara berhasil menghimpun pajak pembangunan sebesar Rp1,61 triliun dari wilayah ini.
Angka ini bukan pencapaian biasa. Ada pertumbuhan signifikan sebesar 22,22 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year).
Jika menilik lebih dalam, siapa sebenarnya penyumbang terbesar di balik triliunan rupiah tersebut? Rupanya, sektor perdagangan besar serta reparasi mobil dan sepeda motor masih memegang mahkota sebagai kontributor utama.
Dengan sumbangsih mencapai 26,64 persen, sektor ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok maupun tren otomotif tetap kokoh.
Tak hanya itu, sektor industri pengolahan juga terus mengepulkan asap produktivitasnya dengan kontribusi 24,73 persen dan pertumbuhan yang meyakinkan di angka 17,20 persen.
"Realisasi per Maret ini sudah mencapai 16,40 persen dari total target tahunan kita sebesar Rp9,85 triliun," ujar Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Eddy Prayitno, Rabu (13/5/2026).
Ada fenomena menarik dalam potret pajak kali ini. Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mencatatkan lonjakan pertumbuhan yang sangat tajam, yakni mencapai 58,60 persen.
Hal ini mengindikasikan adanya akselerasi penyerapan anggaran dan aktivitas birokrasi yang jauh lebih masif dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Siasat Mafia Solar di Bandar Lampung: Gunakan 36 Plat Nomor Palsu Kuras 5 Ton BBM Subsidi Sehari
Namun, di tengah tren positif tersebut, terselip kabar kurang sedap dari sektor fundamental. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang selama ini menjadi identitas wilayah Lampung dan Bengkulu justru mengalami kontraksi alias penurunan sebesar 25,75 persen. Kontribusinya pun kini hanya tersisa di angka 3,77 persen. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Siasat Mafia Solar di Bandar Lampung: Gunakan 36 Plat Nomor Palsu Kuras 5 Ton BBM Subsidi Sehari
-
Damkarmat Lamsel Berhasil Luluhkan Hati Gadis Bengkulu yang Nyaris Kabur ke Jakarta
-
Polisi Ringkus 58 Tersangka Narkoba dalam Dua Bulan di Bandar Lampung
-
Demi Bayar Utang, Karyawan BUMN di Lampung Nekat Curi Motor Teman Sekantor
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Maut di Ujung Penolakan: Saat Ajakan Rujuk Berujung Penembakan Mantan Istri di Mesuji
-
Operasi Kilat 24 Jam: Polda Lampung Sapu Bersih 41 Bandit, 86 Titik Kejahatan Terbongkar
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak
-
Letupan Tengah Malam di Bumi Waras: Gudang Frozen Food Rp3 Miliar Ludes Dilalap Api