- Dua kelompok remaja di Bandar Lampung melakukan tawuran menggunakan kode COD melalui media sosial pada Minggu dini hari.
- Seorang mahasiswa berinisial FH tewas akibat luka sabetan parang rakitan oleh pelaku remaja berinisial JK saat bentrokan.
- Polresta Bandar Lampung kini memproses hukum pelaku serta mengamankan senjata tajam yang digunakan dalam aksi tawuran tersebut.
SuaraLampung.id - Bagi sebagian besar orang, istilah Cash on Delivery atau COD adalah tentang transaksi barang di tempat. Namun, di dunia gelap sebagian remaja Bandar Lampung, istilah ini telah bergeser menjadi kode maut. Sebuah janji temu untuk saling beradu senjata tajam.
Minggu dini hari (10/5/2026), saat sebagian besar warga tertidur lelap, suasana di sekitar Cafe Otelo, Jalan Yos Sudarso, pecah oleh suara deru motor dan denting besi yang beradu.
Di sanalah, FH (22), seorang mahasiswa yang seharusnya menatap masa depan cerah, justru harus meregang nyawa di tangan seorang remaja berusia 16 tahun berinisial JK.
Mimpi buruk ini tidak terjadi begitu saja. Semuanya bermula dari dinginnya layar ponsel. Kelompok "TOLAI", tempat korban bernaung, saling lempar tantangan dengan kelompok "GG Lampung" melalui fitur Direct Message (DM) Instagram.
"Mereka menggunakan istilah COD untuk bertemu. Janjian melalui media sosial, menentukan lokasi, dan waktu untuk bentrok," ungkap Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Alfret Jacob Tilukay, Kamis (14/5/2026).
Sekitar pukul 02.30 WIB, kelompok korban yang berjumlah 20 orang tiba di lokasi dengan penuh amarah. Pertempuran pecah. Namun, situasi mendadak berbalik saat kelompok lawan kocar-kacir masuk ke permukiman warga.
Nahas bagi FH, ketika ia kembali ke lokasi untuk mencari lawan yang tersisa, ia justru berhadapan langsung dengan maut yang membawa parang rakitan.
Di kegelapan samping rumah sakit Budi Medika, FH yang saat itu berboncengan empat orang bertemu dengan JK. Tak butuh waktu lama bagi kekerasan untuk memuncak. Saat rekan korban mencoba menyerang, JK dengan cepat mengayunkan parang panjang buatannya sendiri.
Sabetan besi dingin itu mendarat telak di kepala bagian atas FH. Luka robek yang sangat serius membuat mahasiswa itu langsung tersungkur.
Baca Juga: Siasat Mafia Solar di Bandar Lampung: Gunakan 36 Plat Nomor Palsu Kuras 5 Ton BBM Subsidi Sehari
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian, nyawa FH tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia tepat di pintu gerbang medis yang seharusnya menjadi tempat penyembuhan.
Kini, JK yang masih berstatus pelajar harus berhadapan dengan hukum. Senjata yang ia gunakan, sebuah parang panjang yang dirakit sendiri, kini menjadi barang bukti bisu di tangan polisi.
"Parang itu dibuat sendiri oleh pelaku khusus untuk digunakan saat tawuran," tambah Kombes Alfret.
Berita Terkait
-
Siasat Mafia Solar di Bandar Lampung: Gunakan 36 Plat Nomor Palsu Kuras 5 Ton BBM Subsidi Sehari
-
Polisi Ringkus 58 Tersangka Narkoba dalam Dua Bulan di Bandar Lampung
-
Demi Bayar Utang, Karyawan BUMN di Lampung Nekat Curi Motor Teman Sekantor
-
Bandit Bersenpi di Bandar Lampung Nekat Tembaki Korban Saat Kejar-kejaran, Berakhir di Masjid
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Malam Berdarah di Pringsewu: Usai Habisi Nyawa Mantan Istri, Heru Coba Bunuh Diri
-
Menjual Pesona Masa Lalu: Misi Besar Bandar Lampung Ubah Bangunan Bersejarah Jadi Magnet Rupiah
-
Tak Sekadar Pulang, PMI Dibantu BRI Wujudkan Mimpi Jadi Pengusaha
-
Bukan Sekadar Bangunan Tua, Rumah Daswati Diusulkan Jadi Cagar Budaya: Begini Nasibnya Sekarang
-
Gunung Anak Krakatau Siaga Level II! Kapal Wisata Dilarang Nekat Mendekat