- Kloter pertama jemaah haji asal Lampung tiba di tanah air pada Sabtu, 6 Juni 2026 dengan jumlah 439 orang.
- Sebanyak delapan jemaah haji asal Lampung dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci tahun ini.
- Pemerintah memberikan asuransi kepada ahli waris jemaah yang wafat, sementara kondisi kesehatan jemaah secara umum dinilai lebih stabil.
SuaraLampung.id - Suasana haru menyelimuti kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) pertama jemaah haji asal Lampung pada Sabtu (6/6/2026).
Di balik derai air mata bahagia keluarga yang menjemput, terselip kabar duka yang menyayat hati. Delapan jemaah haji asal Bumi Ruwa Jurai dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya di Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (kemenhaj) Lampung, Ansori F Citra, menyebutkan bahwa dari delapan jemaah yang wafat, dua di antaranya berpulang bahkan sebelum sempat menunaikan puncak ibadah haji.
"Hingga hari ini, ada delapan jemaah kita yang wafat di Tanah Suci. Dua orang meninggal dunia saat masih dalam tahap persiapan atau sebelum puncak haji," ujar Ansori.
Kepergian para syuhada haji ini tersebar di beberapa wilayah Lampung. Pringsewu dan Lampung Utara masing-masing kehilangan dua jemaahnya.
Sementara itu, duka juga dirasakan oleh keluarga jemaah di Tanggamus, Mesuji, Tulang Bawang, dan Kota Bandar Lampung yang masing-masing kehilangan satu anggota keluarga.
Sebagai bentuk perlindungan dan tanggung jawab negara, Ansori memastikan bahwa ahli waris dari jdmaah yang wafat akan mendapatkan hak asuransi.
"Keluarga yang ditinggalkan akan menerima asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan tahun ini. Ini merupakan bagian dari perlindungan bagi jemaah kita," jelasnya.
Meski duka menyelimuti, Ansori memberikan catatan positif terkait pelaksanaan haji tahun ini. Berkaca pada data tahun lalu, jumlah jemaah yang wafat menurun drastis. Tahun lalu, tercatat ada 19 jemaah Lampung yang meninggal dunia selama proses ibadah.
Baca Juga: Terjaring di Penginapan Bandar Lampung, WNA Yaman Dideportasi
Tak hanya itu, kondisi kesehatan jemaah tahun ini dinilai lebih stabil. "Tahun ini jauh lebih baik. Jemaah yang sakit tidak sebanyak dulu, dan tidak ada fenomena pasien yang keluar-masuk rumah sakit secara berulang," tambah Ansori.
Kabar baik datang dari Kloter pertama Lampung. Sebanyak 439 jemaah beserta petugas haji mendarat kembali di tanah air dengan jumlah yang utuh, sama persis saat keberangkatan. Tidak ada jemaah dari kloter ini yang tertinggal di Arab Saudi karena masalah kesehatan atau kendala lainnya.
"Alhamdulillah, kloter pertama mendarat lengkap. 439 orang berangkat, 439 orang pulang dengan selamat," pungkas Ansori. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Terjaring di Penginapan Bandar Lampung, WNA Yaman Dideportasi
-
Gandeng Investor Eropa, Lampung Bakal Bangun Kilang Minyak Raksasa di Katibung
-
6 Bulan Licin Bak Belut, Pelarian Pelaku Curanmor di RS Advent Berakhir dengan Timah Panas
-
Jejak Pelajar dan Pemuda Pembobol Warung di Katibung Berakhir di Jeruji Besi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung