- Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menjalani sidang dakwaan korupsi dana migas di PN Tipikor Tanjung Karang.
- Arinal didakwa merekayasa penunjukan pengelola dana migas, melompati aturan hukum, serta melakukan praktik KKN.
- Jaksa menjerat Arinal dengan pasal berlapis terkait tindak pidana korupsi serta pelanggaran aturan penyelenggaraan negara.
SuaraLampung.id - Rabu, 9 September 2026. Di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang, palu hakim yang diketuk Nugraha Medica Prakasa berdentang berat.
Di hadapannya, duduk seorang pria yang pernah memegang tampuk kekuasaan tertinggi di Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi.
Tak ada lagi barisan ajudan atau protokoler megah. Mantan Gubernur Lampung itu kini duduk membisu di kursi pesakitan, menyimak lembar demi lembar surat dakwaan yang dibacakan lugas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nilam Agustini.
Jaksa membongkar sebuah skenario panjang penguasaan kue gurih dana Participating Interest (PI) 10 persen di Wilayah Kerja South East Sumatra (WK SES), sebuah cerita tentang bagaimana hak rakyat atas kekayaan migas daerah diduga dibajak, bahkan sebelum sumpah jabatan gubernur resmi diucapkan.
Semua bermula pada awal April 2019. Kala itu, pelantikan gubernur belum terlaksana, namun Arinal telah bertindak melampaui batas kewenangannya sebagai gubernur terpilih.
Di sebuah kafe hotel kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Arinal menggelar pertemuan rahasia dengan Prihatono Ganefo Zain.
Di meja itulah kompromi politik diduga digulirkan. Jabatan Kepala Dinas ESDM Lampung dijanjikan kepada Prihatono, asalkan PT Wahana Rahardja dijegal dan dicoret dari daftar calon penerima hak kelola PI 10 persen.
Sebulan berselang, 7 Mei 2019, panggung konsolidasi kedua digelar di Cafe Woodstair, Way Halim, Bandar Lampung. Sejumlah pejabat teras, akademisi, hingga elite partai dikumpulkan.
Arinal mendiktekan keputusannya menunjuk PT Lampung Jasa Utama (LJU) sebagai pengelola dana migas tersebut. Padahal, jaksa menegaskan bahwa BUMD tersebut sama sekali tidak punya rekam jejak di industri hulu migas, apalagi kekuatan finansial yang memadai.
Baca Juga: Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Divonis 5 Tahun: Wajib Ganti Rp7,8 Miliar
Namun kekuasaan mampu melompati aturan. Melalui RUPS pada Juni 2019, Arinal yang bertindak selaku pemegang saham ex officio membentuk anak usaha baru bertajuk PT Lampung Energi Berjaya (LEB).
Pendirian ini, menurut dakwaan jaksa, berdiri di atas fondasi yang cacat hukum tanpa payung Peraturan Daerah (Perda) dan menabrak aturan pendirian anak usaha BUMD.
Bagian lain dari dakwaan jaksa menyingkap bagaimana Arinal menata bidak-bidak catur di PT LEB dengan kroni dan kerabat dekatnya. Sebuah panitia seleksi dibentuk, namun kompetensi teknis diabaikan demi garis darah dan relasi politik.
Nama Budi Kurniawan, ST mendadak mencuat. Jaksa membeberkan fakta mencengangkan. Pada tahap uji psikologi potensi dan kompetensi, adik ipar Arinal ini sejatinya mendapat vonis tidak disarankan untuk duduk di kursi Direksi PT LEB.
Namun, rekomendasi sains forensik kejiwaan kalah oleh memo kekuasaan. Arinal didakwa mengintervensi panitia seleksi agar Budi tetap diloloskan dan menduduki kursi empuk direksi.
Kroniisme berlanjut. Prihatono yang sebelumnya didekati di Alam Sutera mendadak dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris PT LEB. Kursi basah itu lantas diserahkan kepada kolega sesama partai, Heri Wardoyo.
Berita Terkait
-
Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Divonis 5 Tahun: Wajib Ganti Rp7,8 Miliar
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
7 Jam Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung Terkair Alur Dana PT LEB
-
BRI Dipastikan Bersih dalam Kasus Kredit PT SAL dan PT BSS, Kerugian Negara Sudah Kembali
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran