- Mantan Direktur PT LEB, Anshori Djausal, menjalani pemeriksaan tujuh jam di Kejati Lampung pada Jumat, 19 Juni 2026.
- Pemeriksaan tersebut terkait kapasitas Anshori sebagai saksi kasus korupsi dana Participating Interest senilai 17,2 juta dolar AS.
- Pihak Anshori menyatakan modal perusahaan sebesar Rp10 miliar telah dipertanggungjawabkan melalui audit BPK serta BPKP yang resmi.
SuaraLampung.id - Jarum jam menunjukkan pukul 16.20 WIB saat Anshori Djausal akhirnya melangkah keluar dari gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Jumat (19/6/2026).
Mantan Direktur PT Lampung Energi Berjaya (LEB) itu baru saja melewati pemeriksaan selama tujuh jam, menyisir kembali memori dan catatan keuangan perusahaan yang kini berada di tengah badai hukum.
Anshori hadir sebagai saksi kunci untuk mengurai benang kusut kasus korupsi pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10 persen.
Kasus ini bukan main-main, sebuah skandal yang telah menetapkan mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, sebagai salah satu tersangka utamanya.
Didampingi kuasa hukumnya, Gunawan Raka, paman Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ini harus menjawab rentetan pertanyaan penyidik yang dituangkan dalam 15 lembar Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Fokus pemeriksaan seputar bagaimana mesin uang bernama PT LEB ini beroperasi sebelum struktur manajemennya dirombak total melalui RUPS Luar Biasa.
"Kami datang untuk memberikan klarifikasi. Pertanyaan penyidik berkisar pada kapasitas Pak Anshori selaku direktur lama, sebelum adanya persoalan hukum yang kini bergulir di pengadilan," ujar Gunawan Raka di hadapan awak media, Jumat (19/6/2026) sore.
Di tengah masyarakat, isu ini menggelinding panas. Bukan hanya soal aliran dana fantastis sebesar 17,2 juta dolar AS (setara Rp270 miliar lebih) dari wilayah kerja Offshore South East Sumatra (WK OSES), tetapi juga soal modal awal perusahaan sebesar Rp10 miliar yang dipertanyakan rimbanya.
Namun, pihak Anshori menangkis keraguan itu dengan argumen administratif. Gunawan menjelaskan bahwa dana Rp10 miliar tersebut telah dipertanggungjawabkan dalam RUPS Luar Biasa. Bahkan, klaimnya, laporan tersebut telah melewati audit ketat dari BPK maupun BPKP.
Baca Juga: Karier di Ujung Tanduk: Skandal Honorer Fiktif Menjerat Sekda Lampung Tengah
"Dari Rp10 miliar itu, sekitar Rp4,5 miliar digunakan untuk kewajiban kontrak pihak ketiga melalui anak perusahaan, PT Lampung Jasa Utama (LJU). Sisanya untuk operasional, termasuk pengurusan dana PI yang akhirnya berhasil membawa masuk 17 juta dolar AS ke Lampung," jelas Gunawan.
Bahkan, ada detail menarik yang diungkap yakni uang sebesar Rp1 miliar sempat dikembalikan oleh manajemen lama ke kas perusahaan demi mematuhi batasan honorarium dan gaji direksi yang baru ditetapkan.
Anshori Djausal sendiri tampak tenang. Ia menegaskan bahwa perannya terbatas pada masa sebelum badai korupsi ini meledak di bawah manajemen baru.
"Kapasitas saya terbatas pada peran sebelum adanya perubahan manajemen di PT LEB," ucapnya singkat. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Karier di Ujung Tanduk: Skandal Honorer Fiktif Menjerat Sekda Lampung Tengah
-
BRI Dipastikan Bersih dalam Kasus Kredit PT SAL dan PT BSS, Kerugian Negara Sudah Kembali
-
Nasib Jurnalis di Lampung: Gaji Dicicil, BPJS Nunggak, LBH Siap Seret Perusahaan ke Pidana
-
Transaksi QRIS di Lampung Tembus Rp1,8 Triliun
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong