- Bank Indonesia mencatat penggunaan QRIS di Lampung mencapai 889 ribu merchant hingga April 2026.
- Transaksi melalui sistem pembayaran digital tersebut menyentuh angka 22,4 juta dengan total Rp1,87 triliun.
- BI Lampung akan memperluas implementasi QRIS ke sektor transportasi, pendidikan, administrasi, dan distribusi bantuan sosial.
SuaraLampung.id - Era dompet tebal berisi tumpukan uang tunai perlahan mulai ditinggalkan di Provinsi Lampung. Dari kedai kopi kekinian di pusat kota hingga pedagang pasar tradisional di pelosok daerah, kini menggunakan papan barcode statis berwarna putih-merah bertuliskan QRIS.
Hanya dalam sekali klik dan scan dari ponsel pintar, urusan bayar-membayar pun tuntas. Fenomena ini bukan sekadar gaya hidup, melainkan sebuah revolusi ekonomi digital yang tengah melanda Bumi Ruwa Jurai.
Data terbaru dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mencatatkan angka yang cukup fantastis. Hingga April 2026, jumlah merchant atau toko yang menyediakan layanan QRIS telah menembus angka 889 ribu unit.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah nilai transaksinya. Dalam periode tersebut, tercatat ada 22,4 juta transaksi dengan nilai perputaran uang mencapai Rp1,87 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, melihat tren ini sebagai sinyal positif bagi daya saing daerah.
Menurutnya, tingginya angka tersebut mencerminkan menguatnya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital.
"Capaian ini menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital, serta menguatnya fondasi ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Lampung," ujar Bimo dalam keterangannya, Jumat (18/6/2026).
Ambisi BI Lampung tidak berhenti di meja kasir toko. Ke depan, "kartu sakti" digital ini akan diperluas ke berbagai lini kehidupan masyarakat.
Mulai dari urusan membayar transportasi publik, biaya pendidikan, layanan administrasi di kantor pemerintahan, hingga distribusi perlindungan sosial. (ANTARA)
Baca Juga: Setoran Pajak di Lampung Tembus Rp3,32 Triliun, Sinyal Kuat Bisnis Kian Bergairah?
Berita Terkait
-
Setoran Pajak di Lampung Tembus Rp3,32 Triliun, Sinyal Kuat Bisnis Kian Bergairah?
-
Maling Motor di Acara Kuda Lumping Keok: Buron 2 Bulan, Cuma Dapat 600 Ribu
-
Penyelundupan Narkoba Rp235 Miliar Digagalkan di Bakauheni, Sejuta Nyawa Terselamatkan
-
Proyek Raksasa Rp31 Triliun: Siasat Lampung Akhiri Jalan Rusak Lewat Jalur Pintas Kereta Logistik
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
BRI Dipastikan Bersih dalam Kasus Kredit PT SAL dan PT BSS, Kerugian Negara Sudah Kembali
-
Nasib Jurnalis di Lampung: Gaji Dicicil, BPJS Nunggak, LBH Siap Seret Perusahaan ke Pidana
-
Transaksi QRIS di Lampung Tembus Rp1,8 Triliun
-
Lansia Dikira Tertidur di Lantai Atas Masjid Metro, Saat Dibangunkan Ternyata Sudah Tiada
-
Setoran Pajak di Lampung Tembus Rp3,32 Triliun, Sinyal Kuat Bisnis Kian Bergairah?