- Kepala Dishub Lampung, Bambang Sumbogo, mengoptimalkan operasional kereta api logistik rute Sumatera Selatan-Lampung guna memindahkan beban angkutan berat dari jalan raya.
- Pemerintah membangun jalur kereta api ganda dan jalur pintas (shortcut) dari perbatasan Sumsel hingga Pelabuhan Panjang untuk mengurangi kerusakan jalan.
- Proyek strategis senilai Rp31 triliun ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) guna menarik minat investasi swasta.
SuaraLampung.id - Selama bertahun-tahun, aspal di jalanan Lampung harus melawan beban berat truk-truk logistik dan batu bara yang melintas tanpa henti.
Namun, titik terang kini mulai terlihat. Sebuah transformasi besar di sektor transportasi kereta api tengah disiapkan untuk memindahkan beban berat tersebut dari jalan raya ke atas rel baja.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengungkapkan bahwa peningkatan operasional KA Logistik rute Sumatera Selatan (Sumsel)-Lampung menjadi kunci utama untuk menjaga umur infrastruktur jalan di daerah.
"Program ini dirancang khusus untuk operasional logistik. Kita ingin menyediakan jalur transportasi khusus yang terpisah dari jalur umum," ujar Bambang, Rabu (17/6/2026).
Langkah Lampung ini mendapat angin segar dari kebijakan tegas pemerintah daerah Sumatera Selatan yang telah melarang kendaraan batu bara melewati jalan umum. Dengan adanya jalur hauling atau jalur angkutan tambang khusus di Palembang, dampaknya terasa hingga ke Lampung.
"Ini berdampak positif bagi Lampung. Kita bisa menekan kerusakan jalan karena volume truk angkutan berat yang melintas di jalan raya akan berkurang drastis," tambah Bambang.
Pemerintah telah memetakan proyek ini ke dalam beberapa segmen strategis. Segmen pertama yang menghubungkan Lahat menuju wilayah internal Sumsel sudah beroperasi dengan nilai investasi mencapai Rp4,1 triliun melalui PT KAI.
Namun, yang paling dinantikan adalah proyek segmen berikutnya di Lampung. Rencananya, jalur kereta api double track akan dibangun mulai dari perbatasan Sumsel, melintasi Tegineneng di Kabupaten Pesawaran, hingga menembus Pelabuhan Panjang.
Tak hanya itu, sebuah terobosan berupa jalur pintas atau shortcut sedang dirancang. Jalur ini akan menghubungkan Tegineneng langsung ke wilayah lingkar luar Tarahan, Lampung Selatan. Proyek shortcut ini diprediksi menelan anggaran fantastis, yakni mencapai Rp31 triliun.
Baca Juga: Aktivitas Seksual Direkam Kekasih, Wanita Bandar Lampung Lapor Polisi
Mengingat skala proyek yang sangat masif, pemerintah tidak mengandalkan APBN murni. Proyek ini ditawarkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
"Segmen Rejosari, double track, hingga shortcut sudah dianggarkan dan ditawarkan ke investor. Karena konsepnya KPBU, saat ini kami sedang aktif mencari mitra investasi yang siap berkolaborasi," jelas Bambang.
Selain jalur logistik, pengembangan juga menyasar Stasiun Rejosari menuju Bandara Radin Inten II hingga terkoneksi dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kilau Emas Jadi Biang Kerok Inflasi Lampung di Juli 2026
-
Amankan Dapur 2.180 Pegawai, Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Rp8,6 Miliar Gaji PPPK Tiap Bulan
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Mimpi Cuan 7 Kali Lipat dari Dubai Berujung Apes, Uang Rp60 Juta Milik Warga Bandar Lampung Amblas
-
Temukan Senpi dan Narkoba, Polisi Ringkus Remaja 16 Tahun di Way Kanan