- Hamzah Taufiq kehilangan ponsel Redmi Note 14 5G senilai Rp3,5 juta akibat penipuan modus COD di Bandar Lampung.
- Pelaku berinisial DA melarikan diri saat berpura-pura mengisi daya baterai ponsel di sebuah bengkel pada Selasa, 2/6/2026.
- Polsek Bumi Waras berhasil menangkap residivis berinisial DA di Way Halim dan menjeratnya dengan Pasal 486 KUHP.
SuaraLampung.id - Bagi Anda yang gemar bertransaksi melalui Facebook Marketplace, kisah Hamzah Taufiq ini bisa menjadi pelajaran berharga.
Niat hati ingin mendapat untung dari menjual ponsel, Hamzah justru harus gigit jari setelah menjadi korban tipu daya pembeli gadungan dengan modus yang terbilang berani.
Kejadian bermula saat Hamzah menawarkan unit Redmi Note 14 5G di jagat maya. Tak butuh waktu lama, seorang pria berinisial DA (31) menyatakan ketertarikannya.
Keduanya sepakat bertemu untuk melakukan transaksi Cash On Delivery (COD) di kawasan Lampu Merah Garuntang, Bandar Lampung, Selasa (2/6/2026).
Awalnya, semua tampak normal. DA bertingkah layaknya pembeli yang teliti. Ia memeriksa fisik ponsel hingga fitur-fiturnya.
Untuk meyakinkan korban, DA kemudian meminta izin untuk mengisi daya baterai (charging) guna memastikan lubang konektor berfungsi dengan baik.
"Pelaku berpura-pura masuk ke area sebuah bengkel di sekitar lokasi dengan alasan meminjam colokan listrik. Namun, bukannya kembali membawa uang pembayaran, pelaku justru menghilang tanpa jejak melalui pintu lain," ungkap Kapolsek Bumi Waras, AKP M. Hasbi Eko Purnomo, Rabu (17/6/2026).
Sadar dirinya telah diperdaya, Hamzah yang merugi Rp3,5 juta segera melapor ke polisi. Tim Opsnal Polsek Bumi Waras bergerak cepat melakukan perburuan. Pelarian DA akhirnya terhenti pada Kamis malam di kawasan Way Halim.
Dari hasil interogasi, terungkap bahwa DA adalah seorang pemain lama. Ia merupakan residivis kasus narkotika yang pernah mendekam di balik jeruji besi selama lebih dari empat tahun.
Baca Juga: Pencurian Mobil Brio Merah di Sanggar Beach Kalianda Terbongkar, Modusnya Rapi
Ponsel hasil curian tersebut pun sudah sempat ia "cuci" di sebuah konter ponsel kawasan Simpur Center. DA menukar tambahnya dengan Oppo A53 dan mengantongi uang tunai Rp1 juta untuk memenuhi kebutuhannya.
"Selain mengamankan pelaku, kami masih menelusuri keberadaan barang bukti asli milik korban yang sudah berpindah tangan," tambah AKP Hasbi.
Kini, DA kembali harus menghuni hotel prodeo. Ia dijerat dengan Pasal 486 KUHP tentang penggelapan.
Berita Terkait
-
Pencurian Mobil Brio Merah di Sanggar Beach Kalianda Terbongkar, Modusnya Rapi
-
Gara-gara COD Ponsel Berujung Adu Jotos, Borok Mahasiswa Bandar Lampung Terbongkar Polisi
-
Eks Karyawan Kafe di Bandar Lampung Gasak Uang Operasional Demi Judol
-
Niat Beli Motor Lewat Facebook, Pemuda di Way Kanan Malah Ditodong Senjata Api
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong