- Badan Pusat Statistik Lampung mencatat inflasi tahunan provinsi sebesar 1,76 persen pada Juli 2026.
- Emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar di Lampung dengan andil 0,39 persen.
- Kabupaten Mesuji menghadapi inflasi tertinggi sebesar 2,81 persen, sedangkan Lampung Timur terendah pada angka 1,45 persen.
SuaraLampung.id - Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa emas perhiasan kini bukan sekadar aksesori, melainkan faktor utama yang memacu denyut inflasi di Bumi Ruwa Jurai.
Pada Juli 2026, Provinsi Lampung mencatatkan inflasi tahunan sebesar 1,76 persen. Menariknya, di tengah fluktuasi harga berbagai barang kebutuhan, emas perhiasan muncul sebagai juara penyumbang inflasi dengan andil mencapai 0,39 persen.
Meski angka 1,76 persen terdengar signifikan, kabar baiknya adalah inflasi Lampung sebenarnya tengah menunjukkan tren melandai.
"Jika dibandingkan dengan Juli tahun lalu yang mencapai 2,63 persen, atau bulan Juni lalu yang berada di angka 2,46 persen, kondisi saat ini jauh lebih rendah," ungkap Statistisi Ahli Madya BPS Lampung, Hermawan Prasetyo, dalam paparan daringnya, Senin (3/8/2026).
Namun, beban pengeluaran warga Lampung memang tidak merata di semua sektor. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, di mana emas perhiasan bernaung, mengalami lonjakan harga hingga 9,94 persen.
Selain emas, yang membuat kantong warga cukup tertekan adalah kenaikan harga bensin, beras, minyak goreng, hingga daging ayam.
Peta ekonomi Lampung juga menunjukkan kontras yang menarik antarwilayah. Warga di Kabupaten Mesuji harus menghadapi tekanan harga paling tinggi dengan inflasi mencapai 2,81 persen.
Sebaliknya, Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah dengan kondisi harga paling stabil atau terendah, yakni hanya sebesar 1,45 persen.
Bagi para ibu rumah tangga, ada angin segar yang bertiup dari pasar tradisional. Jika secara tahunan kita bicara inflasi, namun jika dilihat secara bulanan (Juli terhadap Juni 2026), Lampung sebenarnya mengalami deflasi sebesar 0,49 persen.
Baca Juga: Amankan Dapur 2.180 Pegawai, Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Rp8,6 Miliar Gaji PPPK Tiap Bulan
Artinya, secara umum harga-harga justru turun dibandingkan bulan lalu. Komoditas di balik penurunan harga ini adalah bumbu dapur. Harga bawang merah, cabai merah, telur ayam, hingga tomat terpantau kompak melandai dan memberikan sumbangan deflasi terbesar.
Namun, di sela-sela turunnya harga pangan, harga bensin dan beras masih menunjukkan sedikit kenaikan bulanan, disusul oleh kenaikan harga telepon seluler yang juga memberikan andil inflasi tipis. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Amankan Dapur 2.180 Pegawai, Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Rp8,6 Miliar Gaji PPPK Tiap Bulan
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Mimpi Cuan 7 Kali Lipat dari Dubai Berujung Apes, Uang Rp60 Juta Milik Warga Bandar Lampung Amblas
-
Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Diskon Pajak Kendaraan di Bandar Lampung Resmi Diperpanjang: Ada Potongan hingga 50 Persen
-
Bukan Sekadar Liburan, Ini Cara Menyiapkan Perjalanan Impian ke Berbagai Negara
-
Terekam CCTV: Karyawati 22 Tahun Tewas Terlindas Forklift di Pabrik Bandar Lampung
-
Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok