- Mahasiswa berinisial WTH ditangkap polisi saat melakukan perkelahian akibat transaksi ponsel yang gagal di Bandar Lampung.
- Peristiwa terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026, di Jalan PM Noer, Kelurahan Pengajaran, Teluk Betung Utara.
- Petugas menemukan 14 paket tembakau sintetis dan timbangan digital saat menggeledah tas milik pelaku di lokasi.
SuaraLampung.id - Niat hati ingin mencari untung dari menjual ponsel, nasib WTH (19), mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung ini justru harus berakhir di balik jeruji besi.
Polisi tidak menangkapnya melalui operasi penggerebekan narkoba yang terencana, melainkan saat merespons laporan perkelahian jalanan.
Drama ini bermula pada Rabu (10/6/2026) siang sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan PM Noer, Kelurahan Pengajaran, Teluk Betung Utara. WTH saat itu tengah melakukan transaksi Cash On Delivery (COD) telepon genggam dengan seorang calon pembeli.
Namun, transaksi yang seharusnya berjalan mulus mendadak berubah menjadi panas. Sang pembeli merasa tertipu karena kondisi dan kelengkapan ponsel yang ditawarkan WTH tidak sesuai dengan perjanjian awal. Adu mulut pun tak terhindarkan.
Ketegangan mencapai puncaknya saat WTH kehilangan kendali. Dengan emosi yang meluap, ia nekat memukul lawannya menggunakan batu dan bahkan sempat melakukan pengejaran dengan senjata tajam. Warga yang panik melihat aksi brutal tersebut segera melapor ke Polsek Teluk Betung Utara.
Saat personel kepolisian tiba untuk melerai perkelahian, mereka mendapati situasi yang mencekam. Polisi segera mengamankan WTH demi mencegah jatuhnya korban luka. Namun, insting petugas bekerja lebih jauh saat melakukan pemeriksaan standar terhadap barang bawaan pelaku.
"Awalnya anggota menerima laporan adanya perkelahian. Saat tiba di lokasi, petugas mengamankan situasi," ujar Kapolsek Teluk Betung Utara, AKP Anton Saputra, Selasa (16/6/2026).
Kejutan besar terjadi saat petugas menggeledah tas selempang milik mahasiswa tersebut. Alih-alih hanya berisi buku atau peralatan kuliah, polisi justru menemukan narkotika yang cukup banyak.
Sebanyak 14 paket tembakau sintetis atau tembakau gorila siap edar tersimpan rapi di dalamnya, terdiri dari 4 paket ukuran sedang dan 10 paket kecil.
Baca Juga: Eks Karyawan Kafe di Bandar Lampung Gasak Uang Operasional Demi Judol
Temuan polisi tak berhenti di situ. Di dalam tas yang sama, petugas juga menemukan satu unit timbangan digital. Keberadaan timbangan ini menjadi bukti kuat bahwa WTH bukan sekadar pengguna, melainkan diduga terlibat dalam jaringan pengemasan dan peredaran narkoba jenis sintetis tersebut.
Berita Terkait
-
Eks Karyawan Kafe di Bandar Lampung Gasak Uang Operasional Demi Judol
-
Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir
-
Terjebak Marketplace: Polisi Nyamar Jadi Pembeli, Ringkus Sindikat Motor Curian Ber-STNK Palsu
-
Jeratan Telegram Mahasiswa di Bandar Lampung: Rayu Gadis 16 Tahun dengan Iming-iming Makeup
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mimpi Cuan 7 Kali Lipat dari Dubai Berujung Apes, Uang Rp60 Juta Milik Warga Bandar Lampung Amblas
-
Temukan Senpi dan Narkoba, Polisi Ringkus Remaja 16 Tahun di Way Kanan
-
Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II
-
Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus