- Polda Lampung menetapkan Sekda Lampung Tengah, Welly Adiwantra, sebagai tersangka kasus rekrutmen tenaga honorer fiktif pada Jumat (19/6/2026).
- Tersangka diduga terlibat manipulasi 387 nama pegawai siluman saat menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kota Metro periode 2024–2025.
- Penyidik telah mengantongi dua alat bukti cukup serta hasil audit perhitungan kerugian negara terkait tindak pidana korupsi tersebut.
SuaraLampung.id - Kursi empuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Tengah yang diduduki Welly Adiwantra kini terasa panas.
Pria yang memegang tongkat birokrasi tertinggi di daerah Beguwai Jejamo Wawai ini resmi menyandang status baru sebagai tersangka.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung akhirnya mengetok palu penetapan tersangka terhadap Welly.
Ia terseret dalam pusaran dugaan rekrutmen tenaga honorer fiktif, sebuah skandal pegawai siluman yang terjadi saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro periode 2024-2025.
"Benar, saudara WA (Sekda Lamteng) sudah ditetapkan sebagai tersangka," tegas Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, Jumat (19/6/2026).
Tim Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung menemukan indikasi kuat adanya manipulasi massal. Sebanyak 387 nama masuk dalam daftar tenaga honorer, namun diduga kuat keberadaan mereka tidak sesuai fakta di lapangan atau fiktif.
Penetapan Welly sebagai tersangka bukanlah keputusan kilat. Penyidik telah melakukan gelar perkara mendalam dan memastikan bahwa dua alat bukti yang disyaratkan undang-undang telah terpenuhi di tangan mereka.
“Penyidik telah menemukan bukti yang dinilai cukup untuk menjerat yang bersangkutan,” tambah Kombes Yuni.
Meski status tersangka sudah melekat, Welly belum menjalani pemeriksaan dalam kapasitas barunya tersebut. Pekan depan akan menjadi momen krusial bagi sang Sekda, saat penyidik memanggilnya untuk memberikan keterangan di hadapan hukum.
Baca Juga: Siasat Licik Ordal: 26 Karyawan PT GGP Kompak Kuras Solar Perusahaan Berbulan-bulan
Polda Lampung mengonfirmasi bahwa hasil perhitungan kerugian negara dari audit ahli sudah keluar. Namun, polisi masih memilih untuk menyimpan rapat angka tersebut sebelum dirilis secara resmi ke publik.
"Hasil perhitungan kerugian negaranya sudah ada. Nanti akan disampaikan dalam rilis resmi, mohon bersabar," pungkas Yuni. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Siasat Licik Ordal: 26 Karyawan PT GGP Kompak Kuras Solar Perusahaan Berbulan-bulan
-
Ujung Jalan Sang Buronan: 6 Tahun Sembunyi, Jejak AYN Akhirnya Terhenti di Kampung Sendiri
-
Apes! Pelaku Curanmor di Lampung Tengah Malah Terjungkal dan Berakhir di RS
-
Penagih Koperasi Dirampok di Siang Bolong, Pelaku Tak Berkutik Dibekuk Polisi
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong