- Sebanyak 26 karyawan PT GGP di Lampung Tengah ditangkap karena menggelapkan solar perusahaan secara terorganisir sejak awal 2026.
- Para pelaku menyedot bahan bakar dari alat berat dan menjualnya untuk keuntungan pribadi demi meraup uang tambahan.
- Tindakan kriminal ini menyebabkan kerugian perusahaan sebesar Rp53 juta dan kini seluruh tersangka sedang diproses pihak kepolisian.
SuaraLampung.id - Sebuah skandal terbongkar di internal PT GGP, Kabupaten Lampung Tengah. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 26 karyawan perusahaan tersebut diduga bersekongkol membentuk jaringan terorganisir untuk menggelapkan ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar milik perusahaan mereka sendiri.
Aksi kucing-kucingan ini berakhir dramatis saat petugas keamanan perusahaan memergoki aktivitas mencurigakan di tengah gelapnya malam, yang kemudian berujung pada penyerahan massal para pelaku ke Mapolres Lampung Tengah.
Bagaimana cara mereka bekerja? Ternyata, mayoritas dari 26 orang tersebut adalah operator alat berat seperti grader dan ekskavator. Posisi ini memberi mereka akses istimewa sekaligus celah untuk beraksi.
Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Muhammad Prenanta Al Ghazali, mengungkapkan bahwa para pelaku memanfaatkan kelengahan pengawasan di lapangan.
Saat suasana dirasa aman, mereka menggunakan selang untuk menyedot solar langsung dari tangki alat berat ke dalam jeriken.
"Mereka memindahkan solar tersebut untuk kemudian dijual kembali demi keuntungan pribadi. Ini dilakukan secara terorganisir," ujar AKP Renanta, Kamis (11/6/2026).
Aksi ini terendus saat patroli rutin keamanan perusahaan pada Selasa (8/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Petugas menaruh curiga pada satu unit mobil Suzuki Carry yang terparkir di area operasional.
Saat digeledah, kecurigaan itu terbukti. Di dalam mobil tersebut ditemukan 22 jeriken berkapasitas 35 liter yang penuh berisi solar, serta 16 jeriken kosong yang siap diisi.
Hasil penyidikan sementara mengungkap fakta mengejutkan: praktik ini bukan barang baru. Beberapa pelaku mengaku sudah mulai menguras solar sejak Januari dan Februari 2026.
Baca Juga: Ujung Jalan Sang Buronan: 6 Tahun Sembunyi, Jejak AYN Akhirnya Terhenti di Kampung Sendiri
Akibat aksi sistematis ini, PT GGP diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp53 juta, angka yang diprediksi masih bisa membengkak seiring proses audit.
"Sekitar 80 persen dari terduga pelaku adalah karyawan internal. Saat ini mereka semua menjalani pemeriksaan intensif," tambah AKP Renanta.
Kini, ke-26 karyawan tersebut harus menanggalkan seragam kerja mereka dan menggantinya dengan rompi tahanan. Mereka dijerat dengan pasal penggelapan dalam jabatan dan pencurian sesuai KUHP.
Polisi pun memberi sinyal bahwa pengembangan kasus ini masih terus berjalan, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru yang terseret dalam pusaran skandal solar ini.
Berita Terkait
-
Ujung Jalan Sang Buronan: 6 Tahun Sembunyi, Jejak AYN Akhirnya Terhenti di Kampung Sendiri
-
Apes! Pelaku Curanmor di Lampung Tengah Malah Terjungkal dan Berakhir di RS
-
PTPN I Regional Lampung Ungkap Alasan Seret Kakek Mujiran ke Meja Hijau: Biar Ada Efek Jera
-
Kedok Penimbun Solar di Pringsewu Terbongkar Saat Sopir Sedang Nyedot BBM
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Siasat Licik Ordal: 26 Karyawan PT GGP Kompak Kuras Solar Perusahaan Berbulan-bulan
-
BRI Soroti Kredit Tumbuh 9,98% di Tengah Dinamika Pasar Modal
-
Terjebak Marketplace: Polisi Nyamar Jadi Pembeli, Ringkus Sindikat Motor Curian Ber-STNK Palsu
-
Asa dari Pesisir: Lampung Kejar Target 34 Kampung Nelayan Merah Putih
-
Likuiditas Terjaga dan NPL Rendah, Perbanas Nilai Perbankan Indonesia Tetap Sehat