Wakos Reza Gautama
Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:58 WIB
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Lampung yang berada di Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan, telah menerima 330 siswa baru untuk memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Lampung resmi menerima 330 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027.
  • Sebanyak 401 siswa kini menempati gedung permanen baru di Kotabaru dengan dukungan 96 tenaga pengajar.
  • Dinas Sosial Lampung menyediakan pelatihan vokasi serta program beasiswa kuliah untuk persiapan kelulusan siswa.

SuaraLampung.id - Seiring bergantinya kalender akademik ke tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Lampung resmi membuka gerbangnya bagi ratusan tunas bangsa yang haus akan ilmu.

Tahun ini, sebanyak 330 siswa baru dipastikan bergabung, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, mengungkapkan bahwa rekrutmen tahun ini dilakukan secara masif melalui dua pintu utama.

Sebanyak 270 siswa direkrut oleh Sekolah Rakyat 32 Lampung Selatan, sementara 60 siswa lainnya berasal dari Sekolah Rakyat 35 Bandar Lampung.

“Seluruhnya diperuntukkan bagi SRT 3 Lampung. Kuota dari Kementerian Sosial mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA masing-masing 90 siswa untuk wilayah Lampung Selatan, ditambah kuota dari Bandar Lampung,” jelas Aswarodi, Selasa (4/8/2026).

Ada yang istimewa dari SRT 3 Lampung. Berbeda dengan sekolah konvensional, institusi ini mengusung konsep terintegrasi, sebuah ekosistem pendidikan di mana siswa dari tingkat dasar hingga menengah atas belajar di satu kawasan yang sama.

Langkah besar juga diambil dengan memindahkan 71 siswa lama dari sekolah rintisan ke gedung permanen yang lebih layak di Kotabaru. Dengan demikian, total 401 siswa akan memulai lembaran baru mereka di fasilitas yang lebih representatif.

"Di sekolah permanen Kotabaru, seluruh jenjang akan berkumpul. Inilah mengapa disebut Sekolah Rakyat Terintegrasi, karena semua jenjang menempuh pendidikan di lokasi yang sama," tambah Aswarodi.

Untuk mendukung ekosistem belajar yang ideal, sebanyak 76 tenaga pendidik telah disiagakan. Jumlah ini diperkuat dengan kehadiran 20 guru tamu dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota Bandar Lampung yang membantu masa transisi sebelum tenaga pendidik resmi dari Kementerian Sosial tiba pada September mendatang.

Baca Juga: Kilau Emas Jadi Biang Kerok Inflasi Lampung di Juli 2026

Namun, SRT 3 Lampung tak hanya fokus pada apa yang terjadi di dalam kelas. Sekolah ini memiliki misi jangka panjang memastikan siswanya tidak putus jalan setelah lulus.

Bagi mereka yang kini duduk di bangku kelas 11 dan 12 SMA, pembinaan karier telah dimulai sejak dini. Bakat dan minat siswa dipetakan dengan saksama.

Mereka yang ingin langsung terjun ke dunia kerja dibekali dengan pendidikan vokasional (kejuruan). Sementara itu, bagi siswa yang bermimpi mengenakan toga di perguruan tinggi, jalan dibuka lebar melalui beasiswa dan Program "Gerakan Ayo Kuliah".

“Kami memfasilitasi anak-anak dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) agar bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” tegas Aswarodi. (ANTARA)

Load More