- WNA asal Yaman bernama Mohammed Saleh Ahmed Al dideportasi karena tinggal melebihi batas waktu izin selama 66 hari.
- Petugas Imigrasi Bandar Lampung mengamankan subjek di penginapan setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan orang asing tersebut.
- Pihak Imigrasi memulangkan Mohammed melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu, 6 Juni 2026 sebagai bentuk penegakan hukum keimigrasian.
SuaraLampung.id - Mohammed Saleh Ahmed Al, warga negara asing (WNA) asal Yaman ini menikmati hari-harinya di Bumi Ruwa Jurai jauh melampaui batas izin yang diberikan negara.
Sabtu (6/6/2026), Mohammed resmi dideportasi kembali ke negaranya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ia dipulangkan paksa setelah terbukti melanggar hukum keimigrasian Indonesia dengan tinggal melebihi batas waktu (overstay) selama 66 hari.
Terbongkarnya keberadaan Mohammed bukan tanpa alasan. Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas seorang warga asing di sebuah penginapan di Kota Bandar Lampung, tim intelijen Imigrasi langsung bergerak cepat.
"Ada laporan warga yang mencurigai keberadaannya. Saat kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan dokumen, terungkap bahwa izin tinggal atau visanya sudah habis masa berlakunya sejak Maret 2026 lalu," ungkap Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Washono.
Meski visanya telah mati sejak dua bulan lalu, Mohammed tetap bertahan hingga Mei, sebelum akhirnya diamankan petugas.
Proses pemulangan Mohammed dilakukan dengan pengawalan ketat. Sejak pukul 05.00 WIB, tim Imigrasi Bandar Lampung telah memulai perjalanan darat menyisir aspal Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni.
Menyeberangi Selat Sunda menuju Merak, perjalanan berlanjut hingga menyentuh aspal Tangerang menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandarlampung, Taufiq Hidayat, menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk nyata penegakan hukum.
"Deportasi ini adalah tindakan administratif keimigrasian yang sesuai aturan. Kami bersyukur seluruh rangkaian proses, mulai dari perjalanan darat hingga koordinasi dengan pihak maskapai, berjalan lancar tanpa hambatan," ujar Taufiq. (ANTARA)
Baca Juga: 6 Bulan Licin Bak Belut, Pelarian Pelaku Curanmor di RS Advent Berakhir dengan Timah Panas
Berita Terkait
-
6 Bulan Licin Bak Belut, Pelarian Pelaku Curanmor di RS Advent Berakhir dengan Timah Panas
-
Spesialis Curanmor di Bandar Lampung Diringkus, 3 Rekannya Masih Gentayangan
-
Kejar PAD Rp 2,9 Triliun, Hotel dan Restoran Masih Jadi Primadona di Bandar Lampung
-
Jerit Histeris Istri Tersangka Curanmor Lampung Timur: Suami Saya Tidak Melawan Kenapa Ditembak Mati
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung