- Pelajar bernama Windi Sulastri hilang terseret pusaran air di Curug Sri Rahayu, Way Kanan, pada Rabu sore.
- Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian intensif sejak Kamis dini hari meski terkendala medan dan arus deras.
- Hingga Kamis sore, korban belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan kembali dengan memperluas area penyisiran.
SuaraLampung.id - Debur air jatuh di Curug Sri Rahayu, Desa Madang Jaya, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, pada Rabu (22/7/2026) sore menjadi mencekam.
Windi Sulastri (17), seorang pelajar asal Kampung Sri Mukti, Lebak Peniangan, hilang ditelan pusaran air saat sedang asyik bercanda tawa bersama rekan-rekannya.
Awalnya, perjalanan itu adalah agenda melepas penat yang sempurna. Windi berangkat bersama 10 temannya sekitar pukul 14.15 WIB.
Tiba di lokasi setengah jam kemudian, mereka langsung menceburkan diri ke dalam jernihnya air terjun. Tanpa ada yang menyadari, Windi yang berada di posisi paling belakang perlahan lenyap dari pandangan.
"Sekitar pukul 15.30 WIB, salah satu rekannya baru menyadari kalau Windi sudah tidak ada," tutur Komandan Pos SAR Tulang Bawang Zian Fajri, Kamis (23/7/2026).
Pencarian mandiri sempat dilakukan oleh kawan-kawan korban dan warga desa, namun Curug Sri Rahayu seolah enggan mengembalikan apa yang telah ia ambil.
Laporan kehilangan baru mendarat di meja Basarnas Lampung menjelang tengah malam. Tak membuang waktu, Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang langsung memacu kendaraan menembus kegelapan malam.
Jarak 126 kilometer mereka tempuh demi mencapai titik koordinat, hingga tiba di lokasi saat fajar mulai menyingsing pada Kamis (23/7/2026).
Namun, alam seolah memberi tantangan ekstra bagi tim pencari. Medan menuju Curug Sri Rahayu bukanlah perkara mudah.
Baca Juga: Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
Tersembunyi di balik kawasan hutan, aksesnya sangat terbatas, hanya bisa ditembus roda dua di titik-titik tertentu. Belum lagi kendala blank spot komunikasi yang membuat koordinasi tim harus dilakukan secara ekstra manual.
Zian Fajri mengungkapkan bahwa timnya harus berhadapan dengan visibilitas nol di bawah air.
"Arus di dasar air terjun sangat deras dan jarak pandang sangat terbatas. Kami sudah melakukan penyelaman di titik jatuhnya korban serta penyisiran sungai sejauh satu kilometer," ujar Zian.
Hingga Kamis sore, usaha maksimal yang melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat belum membuahkan hasil. Windi masih belum ditemukan di antara bebatuan dan rimbunnya hutan Way Kanan.
Kini, harapan disampirkan pada pencarian hari Jumat (24/7/2026). Tim SAR berencana memperluas area penyisiran dengan peralatan selam dan perahu karet yang lebih intensif.
Berita Terkait
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Maut di Perlintasan Negarabatin: Mobil Alya Tertemper Kereta Api, 2 Pelajar Tewas
-
Kenalan Lewat TikTok: Saat Kencan Pertama Pelajar Pesawaran Berujung Raibnya Motor
-
Terjebak Siasat Licik Chat WhatsApp: Jerit Pilu Siswi Pesisir Barat di Balik Dinding Kos
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pelajar Hilang di Curug Sri Rahayu Way Kanan
-
Teka-teki Kematian Dokter Magang di Metro: IDI Lampung Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Urus Pajak Sambil Wisata: Stan Bapenda di Bandar Lampung Expo Jadi Primadona
-
Bukan Sekadar Biji: Ambisi Lampung Menjadi Kiblat Cokelat Premium Dunia
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas