- Agus Supriyanto ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kelurahan Bukit Kemuning, Lampung Utara, pada Kamis malam, 14 Mei 2026.
- Polisi melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis, namun tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban yang meninggal.
- Keluarga menolak autopsi dan telah memakamkan jenazah korban di Desa Talang Karet setelah menerima musibah dengan ikhlas.
SuaraLampung.id - Kamis malam (14/5/2026) di Lingkungan II Jalan Sumber Jaya, Kelurahan Bukit Kemuning, Lampung Utara, kerumunan warga berkumpul di depan sebuah rumah di Gang Tuntas.
Ini bermula ketika Widia Ningsih melangkah pulang sekitar pukul 17.30 WIB. Berharap disambut hangat oleh sang suami, Agus Supriyanto (24), Widia justru mendapati pintu rumahnya terkunci rapat dari dalam. Berkali-kali ia mengetuk dan memanggil nama suaminya, namun hanya keheningan yang menyahut dari balik pintu.
Kekhawatiran yang memuncak membuat Widia mencari bantuan. Sekitar pukul 21.30 WIB, bersama sejumlah warga, pintu rumah tersebut akhirnya dibuka paksa. Bau kecemasan di udara seketika berubah menjadi kenyataan pahit saat mereka melangkah masuk ke dalam kamar.
Di atas kasur, Agus ditemukan dalam posisi tertelungkup. Tak ada sapaan, tak ada gerakan. Pria berusia 24 tahun itu telah mengembuskan napas terakhirnya dalam kesunyian kamar yang terkunci.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Pamapta III Polres Lampung Utara bersama Unit Identifikasi segera meluncur ke lokasi. Di bawah temaram lampu kamar, petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan teliti.
Kasi Humas Polres Lampung Utara Herawati, mengonfirmasi bahwa tim medis dari Puskesmas Bukit Kemuning juga dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan luar. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka mencurigakan pada tubuh korban.
Namun, perhatian petugas tertuju pada benda-benda yang berada di dekat tubuh Agus.
"Petugas mengamankan satu unit ponsel Android, pengisi daya (charger), dan headset yang ditemukan berada di dekat korban," ungkap Herawati.
Meski belum dipastikan keterkaitannya, keberadaan barang-barang elektronik tersebut menjadi kepingan teka-teki di balik kepergian mendadak sang pemuda.
Baca Juga: COD via DM IG: Mahasiswa Bandar Lampung Tewas Mengenaskan Usai Tawuran 2 Geng
Kepergian Agus yang begitu mendadak tentu menjadi pukulan telak bagi keluarga. Meski penyebab pasti kematiannya menyisakan tanda tanya, pihak keluarga memilih untuk tidak memperpanjang pencarian jawaban melalui jalur medis.
Mereka menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa musibah ini diterima dengan penuh keikhlasan. Tak ingin berlama-lama dalam kesedihan di rumah duka, jenazah Agus segera dibawa ke Desa Talang Karet, Kecamatan Abung Tinggi, untuk dikebumikan.
Berita Terkait
-
COD via DM IG: Mahasiswa Bandar Lampung Tewas Mengenaskan Usai Tawuran 2 Geng
-
Bentuk Tim Khusus, Polda Lampung Buru Pelaku Penembakan Brigadir Arya Supena
-
Sempat Duel dengan Pelaku, Detik-detik Brigadir Arya Ditembak Bandit Curanmor di Bandar Lampung
-
Ditembak Bandit Curanmor di Bandar Lampung, Brigadir Arya Meninggal Dunia
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan
-
Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung
-
Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter
-
Payroll Lebih Cepat dan Tertib, Ini Solusi Digital dari QLola by BRI