- OJK Lampung mencatat penyaluran KUR hingga Mei 2026 mencapai Rp4,35 triliun bagi 73.787 debitur di wilayah pedesaan.
- Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan menjadi daerah dengan realisasi penyaluran dana KUR tertinggi di Lampung.
- OJK berkomitmen meningkatkan ekosistem UMKM melalui pemberian modal usaha serta perluasan akses pasar yang berkelanjutan bagi para pelaku.
SuaraLampung.id - Berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 mencatatkan angka fantastis.
Tak kurang dari Rp4,35 triliun telah mengalir ke kantong-kantong produktif masyarakat. Angka ini bukan sekadar deretan nol, melainkan representasi dari pertumbuhan sebesar 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year).
Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengungkapkan bahwa tren ini menunjukkan komitmen industri perbankan yang tetap menempatkan sektor produktif sebagai prioritas utama.
"Pertumbuhan pembiayaan UMKM ini adalah bukti bahwa sektor produktif tetap menjadi tulang punggung perbankan di Lampung," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Yang menarik, aliran dana triliunan rupiah ini ternyata mudik ke wilayah dengan basis ekonomi pedesaan yang kuat. Sebanyak 73.787 debitur telah merasakan manfaat dari suntikan modal ini.
Ada tiga wilayah yang menjadi primadona penyaluran KUR tertinggi. Kabupaten Lampung Tengah memimpin di urutan pertama dengan total penyaluran menembus Rp220,10 miliar.
Disusul oleh Lampung Timur dengan Rp140,11 miliar, dan Lampung Selatan yang mencatatkan angka Rp112,91 miliar. Fenomena ini mempertegas bahwa desa kini menjadi garda terdepan dalam perputaran ekonomi daerah.
Jika menilik gambaran besar penyaluran kredit bank umum, totalitas suntikan modal di Bumi Ruwa Jurai menyentuh angka Rp95,34 triliun. Menariknya, industri pengolahan menjadi pemain utama dengan kontribusi 23,6 persen atau sekitar Rp22,47 triliun.
Tak jauh di belakangnya, sektor perdagangan besar dan eceran menguntit dengan porsi 22,2 persen (Rp21,18 triliun).
Baca Juga: Maut di Perlintasan Negarabatin: Mobil Alya Tertemper Kereta Api, 2 Pelajar Tewas
Sementara itu, sektor rumah tangga (19,4 persen) serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (15,5 persen) tetap menjaga stabilitas ekonomi warga.
Meskipun penyaluran KUR mengalir deras ke pedesaan, secara administratif lokasi bank masih terkonsentrasi di pusat kota.
Bandar Lampung tetap menjadi hub utama dengan kontribusi dominan sebesar 57,86 persen atau Rp51,31 triliun dari total portofolio kredit.
Disusul oleh Kota Metro, Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Pringsewu. Jika digabungkan, lima daerah ini menguasai hampir 90 persen perputaran kredit perbankan di seluruh Lampung.
Namun, OJK tak ingin berhenti di sekadar penyaluran angka. Otto menegaskan bahwa fokus ke depan adalah membangun ekosistem. UMKM tidak hanya diberi umpan berupa modal, tapi juga kail berupa akses pasar.
"Kami akan terus memperluas akses pembiayaan melalui pendekatan ekosistem. Tujuannya agar UMKM kita tidak hanya dapat modal usaha, tapi juga punya wadah penampungan dan akses pasar yang pasti," tutupnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Maut di Perlintasan Negarabatin: Mobil Alya Tertemper Kereta Api, 2 Pelajar Tewas
-
Spesialis Pencuri Modem WiFi di Bandar Lampung Sudah Beraksi di 15 Lokasi
-
Nekat Jadi Konsultan di Perusahaan Metro, Tiga WNA China Terusir dari Bumi Ruwa Jurai
-
Gunung Anak Krakatau 'Batuk' 19 Kali dalam Sebulan: Selat Sunda Berstatus Siaga
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Tembus Rp232 Miliar! Pajak Kendaraan Jadi Mesin Utama Pembangunan Bandar Lampung
-
Miliaran Rupiah KUR Justru Mengalir Deras ke Desa-Desa di Lampung
-
Maut di Perlintasan Negarabatin: Mobil Alya Tertemper Kereta Api, 2 Pelajar Tewas
-
Spesialis Pencuri Modem WiFi di Bandar Lampung Sudah Beraksi di 15 Lokasi
-
Hari Pajak, BRI Catat Setoran Rp19,1 Triliun Kepada Negara Pada Kuartal I 2026