- Warga Seputih Agung berinisial FH dibacok pelaku berinisial M di Lampung Tengah pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
- Pelaku merampas sepeda motor dan ponsel korban setelah melukai tangan serta pinggang korban secara paksa.
- Polisi berhasil menangkap pelaku M dan penadah R di Lampung Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
SuaraLampung.id - FH (26) hanya berniat menjadi kawan yang baik. Tanpa curiga, warga Seputih Agung ini mengiyakan ajakan seorang pria untuk mengantarnya mengecek sepeda motor yang hendak dijual. Namun, FH tak pernah menyangka bahwa tawarannya untuk membonceng adalah awal dari petaka berdarah.
Di dekat jembatan penghubung Kampung Banjar Ratu menuju Banjar Rejo, Lampung Tengah, sandiwara itu berakhir.
Keadaan yang sepi dimanfaatkan pelaku untuk menunjukkan wajah aslinya. Sepeda motor dihentikan paksa, dan ancaman maut mulai dilontarkan.
FH tak tinggal diam. Ia mencoba mempertahankan sebuah motor Honda Beat putih dan ponsel Oppo A16 yang berharga.
Namun, pelaku berinisial M (30) bertindak jauh lebih beringas. Sebilah senjata tajam diayunkan tanpa ampun, merobek tangan kiri dan pinggang FH.
Dalam kondisi terluka dan bersimbah darah, FH terpaksa merelakan hartanya dibawa kabur.
"Pelaku membacok tangan kiri dan pinggang korban saat korban berusaha mempertahankan barang miliknya," ungkap Kapolsek Way Pengubuan, Iptu Bayu Z. Ogara, Sabtu (8/8/2026).
Setelah mendapatkan perawatan medis, FH membawa luka fisik dan trauma tersebut ke meja Polsek Way Pengubuan. Tim Tekab 308 Presisi Polsek Way Pengubuan segera bergerak menyisir jejak pelaku.
Tak butuh waktu lama, M, sang eksekutor sadis, berhasil diringkus di persembunyiannya. Namun, polisi tak berhenti di situ. Mereka mengejar hingga ke penadah barang curian.
Baca Juga: Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang
Hasil pengembangan membawa petugas melintasi batas kabupaten menuju Gunung Sari, Lampung Utara. Di sana, pada Selasa (4/8/2026), polisi menciduk R (29).
Pria ini diduga kuat sebagai penampung barang hasil darah FH. Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan kembali ponsel milik korban.
Kini, pelarian keduanya telah usai. M dan R harus mendekam di sel tahanan Polsek Way Pengubuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
M selaku pelaku utama dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengancamnya dengan hukuman penjara bertahun-tahun. Sementara R, sang penadah, terjerat Pasal 591 KUHP berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Berita Terkait
-
Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang
-
Bukan Begal! Viral Video Penangkapan di Bandar Lampung Ternyata Kasus Kotak Amal
-
Modus Beli Rokok, Pria Ini Bawa Kabur Motor Teman: Buron Setahun, Tertangkap Saat Pulang Kampung
-
Ibu Muda di Lampung Tengah Raup Ratusan Juta dari Bisnis Elektronik Bodong
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor
-
Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi
-
Ditolak Gadai MacBook, Pemuda Nekat Gasak iPhone 17 Pro Milik Pacar dan Minta Tebusan Rp1,5 Juta
-
Diskon Pajak Kendaraan di Bandar Lampung Resmi Diperpanjang: Ada Potongan hingga 50 Persen
-
Bukan Sekadar Liburan, Ini Cara Menyiapkan Perjalanan Impian ke Berbagai Negara