- PT ASDP melayani 1.148.252 penumpang selama Lebaran 2026, meningkat 2,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Total 275.622 kendaraan menyeberang, menandakan tren peningkatan signifikan penggunaan kendaraan pribadi saat mudik.
- Arus balik belum selesai; 185 ribu penumpang lebih masih berada di perjalanan, perlu diantisipasi.
SuaraLampung.id - Pergerakan pemudik melalui Pelabuhan Bakauheni pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Di balik klaim kelancaran operasional, data terbaru justru mengungkap bahwa mobilitas masyarakat masih tinggi dan belum sepenuhnya selesai.
PT ASDP Indonesia Ferry mencatat total penumpang yang dilayani selama periode angkutan Lebaran, mulai H-10 hingga H+6, mencapai 1.148.252 orang. Angka ini meningkat sekitar 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan tidak hanya terjadi pada jumlah penumpang, tetapi juga kendaraan yang menyeberang. Tercatat sebanyak 275.622 unit kendaraan telah dilayani, atau naik sekitar 4,6 persen. Peningkatan ini mengindikasikan tren penggunaan kendaraan pribadi yang semakin dominan dalam perjalanan mudik.
Meski demikian, arus balik ternyata belum sepenuhnya usai. Dari total pergerakan penumpang, baru sekitar 713.702 orang atau 79 persen yang telah kembali. Artinya, masih ada lebih dari 185 ribu orang yang belum kembali ke daerah asalnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa gelombang arus balik masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, dengan potensi kepadatan yang tetap harus diantisipasi.
Di sisi lain, ASDP menyatakan bahwa secara umum pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar. Pengaturan jadwal kapal, manajemen antrean, serta koordinasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi faktor utama yang mendukung kelancaran tersebut.
Namun, di balik kelancaran itu, angka pergerakan yang besar tetap menjadi catatan penting. Mobilitas lebih dari satu juta penumpang dalam waktu singkat bukan hanya soal transportasi, tetapi juga mencerminkan tingginya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat selama momen Lebaran.
Selain itu, peningkatan jumlah kendaraan pribadi juga menjadi sinyal perubahan pola perjalanan masyarakat. Ketergantungan pada kendaraan pribadi dinilai dapat berdampak pada kepadatan jalur darat maupun pelabuhan di masa mendatang.
Dengan arus balik yang masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan jadwal perjalanan dan kondisi lalu lintas, guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi.
Baca Juga: Belum Balik Kerja? Ini 7 Tempat Wisata di Lampung yang Justru Sepi Setelah Lebaran
Lebaran mungkin telah berlalu, namun pergerakan besar manusia di jalur penyeberangan seperti Bakauheni menunjukkan bahwa cerita mudik belum benar-benar selesai.
Tag
Berita Terkait
-
Belum Usai! H+7 Lebaran Bakauheni Masih Padat, 30 Persen Pemudik Ternyata Belum Kembali
-
Puluhan Ribu Motor Padati Arus Balik Bakauheni, Risiko Kelelahan Meningkat Jelang Puncak 28-29 Maret
-
Arus Mudik Memuncak, 45 Kapal Menumpuk di Bakauheni dan Tak Bisa Langsung Sandar
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Kapan Waktu Terbaik Beli Tiket Ferry Bakauheni untuk Mudik Lebaran? Ini Imbauan ASDP
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal
-
Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas