Tasmalinda
Jum'at, 20 Maret 2026 | 00:11 WIB
kapal di Bakauheni sulit menyandar
Baca 10 detik
  • Antrean panjang kapal terjadi di Pelabuhan Bakauheni saat arus mudik Lebaran 2026 karena lonjakan armada dari beberapa lintasan.
  • Peningkatan jumlah kapal dipicu penambahan armada dari Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara yang semuanya diarahkan ke Bakauheni.
  • BPTD Lampung menyatakan waktu tunggu kapal adalah akibat pengaturan sandar, bukan keterlambatan teknis ekstrem seperti isu beredar.

SuaraLampung.id - Arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni diwarnai antrean panjang kapal yang belum bisa langsung sandar. Sejumlah kapal terlihat mengular di perairan menunggu giliran masuk pelabuhan, memicu keluhan pemudik sekaligus viral di media sosial.

Banyak yang menduga keterlambatan ini disebabkan gangguan teknis. Namun penjelasan resmi justru mengungkap fakta berbeda. Penumpukan terjadi karena jumlah kapal yang datang ke Bakauheni meningkat signifikan dalam waktu bersamaan.

Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Lampung menyebut lonjakan tersebut dipicu penambahan armada dari berbagai lintasan. Kapal tidak hanya datang dari Merak, tetapi juga dari Ciwandan dan BBJ Bojonegara, yang semuanya diarahkan menuju Bakauheni.

Koordinator Satuan Pelayanan Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni BPTD Kelas II Lampung, Trimoyo, menjelaskan bahwa kondisi ini membuat kapal harus mengantre sebelum bisa sandar.

“Iya, kenapa lama, karena adanya penambahan kapal dari Ciwandan dan BBJ semuanya sandar ke Pelabuhan Bakauheni, sehingga terdapat antrean untuk sandar,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Dalam situasi puncak arus mudik, tercatat total 45 kapal beroperasi menuju Bakauheni. Jumlah ini terdiri dari puluhan kapal dari lintasan Merak–Bakauheni, serta tambahan armada dari jalur lain yang sebelumnya difungsikan untuk mengurai kemacetan di Merak.

Akibatnya, kapal yang tiba di perairan Bakauheni tidak bisa langsung masuk dermaga. Mereka harus menunggu giliran di alur masuk, mengikuti urutan kapal yang lebih dahulu datang. Kondisi ini membuat waktu tunggu menjadi lebih lama dari biasanya.

Salah satu kejadian yang ramai diperbincangkan adalah perjalanan KMP Wira Qaila. Video terkait kapal ini sempat viral dan disebut mengalami keterlambatan hingga berjam-jam. Namun berdasarkan kronologi resmi, kapal tersebut berangkat dari Ciwandan pukul 05.06 WIB dan tiba di sekitar Pulau Rimaubalak pukul 07.06 WIB.

Saat itu, kapal belum bisa langsung masuk karena harus menunggu kapal di depannya. Setelah kapal sebelumnya sandar dan keluar, barulah Wira Qaila mendapatkan izin masuk sekitar pukul 09.30 WIB dan sandar pukul 10.10 WIB.

Baca Juga: Cari Lokasi Salat Id Muhammadiyah di Bandar Lampung? Ini Daftar Lengkap per Wilayah

Pihak BPTD menegaskan bahwa kabar yang menyebut keterlambatan hingga delapan jam tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Waktu tunggu memang terjadi, tetapi masih dalam batas yang dianggap wajar mengingat lonjakan jumlah kapal yang sangat tinggi.

Menariknya, kondisi ini justru menjadi dampak dari upaya memperlancar arus mudik. Penambahan kapal yang awalnya bertujuan mengurai kepadatan di Merak, berimbas pada penumpukan di Bakauheni karena seluruh armada tersebut bermuara di satu titik yang sama.

Di tengah situasi ini, pemudik diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengaturan terus dilakukan agar antrean kapal bisa terurai secara bertahap, seiring distribusi arus yang lebih merata.

Fenomena ini menjadi gambaran betapa kompleksnya pengelolaan arus mudik di jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia, di mana penambahan armada tidak selalu langsung berbanding lurus dengan kelancaran di lapangan.

Load More