- Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan bernama Ajum yang hilang di perairan Kalianda sejak Selasa, 5 Mei 2026.
- Korban hilang setelah perahu KM Bima Suci yang ditumpangi ditabrak kapal kargo pada dini hari saat melaut.
- Proses evakuasi terkendala arus laut kuat dan cuaca buruk, meskipun tim telah mengerahkan berbagai alutsista secara maksimal.
SuaraLampung.id - Operasi kemanusiaan skala besar tengah berlangsung di perairan Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (5/5/2026). Tim SAR gabungan sedang beradu cepat dengan waktu, menyisir setiap jengkal permukaan laut demi menemukan satu nyawa yang hilang.
Ajum (52), seorang nelayan tangguh asal Pandeglang, Banten, dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya, KM Bima Suci, hancur dihantam kapal kargo raksasa pada dini hari yang buta.
Sementara tiga rekannya berhasil lolos dari maut, Ajum seolah tertelan oleh pekatnya air laut Merak Belantung, Kalianda.
Perairan tempat Ajum hilang bukanlah wilayah sembarangan. Ini adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk, tempat perahu-perahu nelayan tradisional harus "berbagi ruang" dengan kapal-kapal logistik berukuran raksasa.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung, Rezie Kuswara, menyatakan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri. Kekuatan penuh dikerahkan, mulai dari personil Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga para nelayan setempat yang merasa senasib sepenanggungan dengan korban.
“Kami langsung mengerahkan tim begitu menerima laporan. Fokus utama saat ini adalah menyisir area titik terakhir korban terlihat (Last Known Position),” ungkap Rezie.
Pencarian Ajum bukanlah perkara mudah. Alam seolah menjadi tantangan tambahan bagi para penyelamat. Arus bawah laut yang kuat dan kondisi cuaca yang sulit ditebak di perairan Lampung Selatan menjadi kendala utama.
“Kondisi cuaca dan arus memang menjadi tantangan berat bagi tim di lapangan. Namun, upaya pencarian tetap kami lakukan secara maksimal menggunakan berbagai alutsista, termasuk perahu karet dan kapal patroli,” tambah Rezie.
Tim SAR juga telah menyebar "alarm" kepada otoritas pelabuhan dan seluruh kapal yang melintas di jalur tersebut agar turut memantau jika melihat benda atau sosok yang mencurigakan di permukaan air.
Baca Juga: KM Bima Suci Tenggelam Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda, 1 Nelayan Hilang
Duka ini bermula ketika KM Bima Suci berangkat mencari nafkah pada Senin pagi (4/5/2026). Harapan untuk membawa pulang hasil laut yang melimpah seketika sirna pada pukul 03.00 WIB dini hari berikutnya. Sebuah benturan hebat dengan kapal kargo yang sedang melintas mengubah perjalanan pulang mereka menjadi tragedi.
Tiga nelayan selamat kini masih dalam perawatan dan trauma mendalam, sementara doa-doa terus dipanjatkan dari tanah kelahirannya di Pandeglang agar Ajum segera ditemukan.
Sembari pencarian terus berlangsung, otoritas keamanan laut kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para pejuang laut.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk ekstra hati-hati. Laut tidak pernah bisa ditebak, perhatikan faktor keselamatan dan jangan abai terhadap prosedur navigasi,” pungkas Rezie. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
KM Bima Suci Tenggelam Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda, 1 Nelayan Hilang
-
4 Motor Baru Lenyap di Diler Honda Tanjung Bintang, Polisi Buru Pelaku Lewat Jejak Digital
-
Pasien RS Meninggal karena Listrik Padam, Ternyata Ulah Komplotan Pencuri Kabel PLN
-
Adu Cerdik di Gerbang Bakauheni: Bongkar Taktik Pintu Sabu 36 Kg yang Gagal Diselundupkan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan
-
Mama Saya Sudah Meninggal! Curhat Pilu Warga Lampung Diduga Ditolak RSUDAM Viral
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Modus Beli Rokok, Pria Ini Bawa Kabur Motor Teman: Buron Setahun, Tertangkap Saat Pulang Kampung