- Kapal nelayan KM Bima Suci tertabrak kapal kargo di perairan Merak Belantung, Lampung Selatan, pada Selasa dini hari.
- Tiga dari empat nelayan berhasil selamat, sementara satu orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.
- Tim SAR gabungan sedang melakukan penyisiran di lokasi kejadian dengan kendala arus laut serta area pencarian luas.
SuaraLampung.id - Selasa (5/5/2026), sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga daratan masih terlelap, empat nelayan di atas KM Bima Suci harus berhadapan dengan maut ketika perahu kecil mereka dihantam oleh raksasa besi kapal kargo yang melintas perairan Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Kecelakaan laut yang terjadi di jalur padat pelayaran ini menyisakan duka mendalam. Dari empat orang yang berada di atas kapal, tiga nelayan berhasil diselamatkan setelah berjuang di tengah ombak, namun satu rekan mereka hingga kini dinyatakan hilang ditelan kegelapan laut Lampung Selatan.
Perjalanan KM Bima Suci bermula dengan harapan pada Senin pagi (4/5/2026). Sekitar pukul 08.00 WIB, mereka melepas sauh dari bibir pantai menuju perairan Merak Belantung untuk mencari nafkah. Hari itu berjalan normal, hingga waktu bergeser menuju dini hari yang nahas.
Saat sedang dalam perjalanan pulang atau berpindah titik, tiba-tiba sebuah kapal kargo besar muncul di jalur mereka. Dalam kondisi gelap dan penglihatan terbatas, benturan hebat tak terelakkan.
Perahu nelayan yang tak kuasa menahan hantaman kapal bertonase besar itu langsung hancur dan karam dalam hitungan menit.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung, Rezie Kuswara, mengonfirmasi insiden memilukan tersebut.
"Info awal benar, terjadi kecelakaan kapal nelayan tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda. Total Person On Board (POB) ada empat orang; tiga selamat dan satu orang masih dalam pencarian," jelas Rezie, Selasa (5/5/2026) siang.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Arus laut dan luasnya area pencarian menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menemukan satu korban yang hilang.
Basarnas Lampung tak henti-hentinya mengingatkan para nelayan untuk tidak meremehkan prosedur keselamatan, terutama saat melaut di waktu rawan seperti malam hingga dini hari.
Baca Juga: 4 Motor Baru Lenyap di Diler Honda Tanjung Bintang, Polisi Buru Pelaku Lewat Jejak Digital
“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Pastikan penggunaan alat penerangan dan komunikasi yang memadai tersedia di kapal, agar keberadaan mereka bisa terdeteksi oleh kapal-kapal besar yang melintas,” tegas Rezie Kuswara. (ANTARA)
Berita Terkait
-
4 Motor Baru Lenyap di Diler Honda Tanjung Bintang, Polisi Buru Pelaku Lewat Jejak Digital
-
Pasien RS Meninggal karena Listrik Padam, Ternyata Ulah Komplotan Pencuri Kabel PLN
-
Adu Cerdik di Gerbang Bakauheni: Bongkar Taktik Pintu Sabu 36 Kg yang Gagal Diselundupkan
-
3 Tahun Terjebak 'Neraka' di Perairan Papua: Kisah Pilu ABK Lampung Selatan Korban Perbudakan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong