Wakos Reza Gautama
Kamis, 16 April 2026 | 07:33 WIB
Ismi, ABK asal Lampung Selatan, korban perbudakan di perairan Papua. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Ismi Ali, warga Lampung Selatan, berhasil diselamatkan setelah tiga tahun menjadi korban kerja paksa di kapal penangkap ikan Mimika.
  • Korban mengalami trauma, depresi, dan stroke akibat tidak menerima gaji serta kehilangan akses komunikasi selama masa perbudakan berlangsung.
  • Dinas Sosial memulangkan Ismi dari Mimika menuju Lampung Selatan pada Rabu, 15 April 2026, setelah menerima laporan dari relawan.

SuaraLampung.id - Perjalanan itu bermula dari sebuah janji manis di layar ponsel, namun berakhir di tengah lautan yang sunyi dan kejam.

Ismi Ali (40), seorang warga Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, akhirnya bisa kembali menghirup udara kebebasan setelah tiga tahun terperangkap dalam jerat sindikat tenaga kerja ilegal di kapal tangkap ikan.

Bagi Ismi, kepulangannya kali ini bukanlah kepulangan seorang perantau yang membawa pundi-pundi rupiah untuk keluarga. Ia pulang membawa trauma, raga yang ringkih akibat serangan stroke, serta batin yang koyak oleh depresi.

Selama tiga tahun, Ismi dipaksa bekerja memeras keringat di atas kapal yang membelah perairan Mimika, Papua Tengah. Namun, keringatnya seolah tak berharga.

Selama kurun waktu tersebut, ia tak pernah menerima upah sepeser pun. Alih-alih mendapatkan gaji besar yang dijanjikan calo lewat media sosial, Ismi justru kehilangan akses ke dunia luar setelah alat komunikasinya dirampas paksa sejak ia menginjakkan kaki di Jakarta.

Tak tahan terus-menerus diperas dalam praktik kerja paksa yang tak manusiawi, Ismi nekat melakukan aksi heroik sekaligus putus asa yaitu melarikan diri dari kapal. Ia kemudian bersembunyi di Timika, bertahan hidup di tengah kondisi kesehatan yang kian merosot.

Nasib Ismi mulai menemui titik terang saat keberadaannya di salah satu rumah warga di Timika terendus oleh para relawan sosial. Saat ditemukan, kondisi Ismi memprihatinkan. Dia terserang stroke dan menunjukkan gejala depresi berat.

Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Puji Sukamto, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lintas daerah.

“Alhamdulillah, kondisi kesehatan Ismi telah membaik setelah mendapatkan perawatan intensif dari relawan sosial di Kabupaten Mimika. Hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu, Ismi akhirnya dipulangkan,” ujar Puji Sukamto di Kalianda, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Lidah Api Mengamuk di Tol Lampung: Detik-Detik Truk Towing dan Muatannya Hangus Terpanggang

Ismi dijadwalkan terbang dari Mimika pada pukul 10.00 WIT dan diperkirakan menginjakkan kaki di tanah kelahirannya melalui Bandara Raden Intan Lampung pada Rabu (15/4/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Seluruh persyaratan kelayakan terbang telah dipenuhi untuk memastikan Ismi sampai dengan selamat di pelukan keluarganya.

Kisah Ismi menambah daftar panjang korban sindikat calo tenaga kerja yang menyasar masyarakat dengan iming-iming menggiurkan. Puji Sukamto menyebut kasus ini sangat mirip dengan tragedi yang menimpa Ahmad Abi Ar-Razi sebelumnya.

“Kejadian ini harus menjadi pengingat keras bagi kita semua. Masyarakat harus lebih waspada dan tidak mudah tergiur oleh lowongan pekerjaan di media sosial dengan janji gaji besar yang tidak masuk akal,” tegas Puji. (ANTARA)

Load More