SuaraLampung.id - Di balik rimbunnya perkebunan sawit di Kampung Komering Putih, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, sebuah bisnis haram beroperasi dengan rapi.
Bukan sekadar jual-beli, para bandar di sini menyediakan "paket lengkap": narkotika jenis sabu sekaligus tempat aman untuk mengonsumsinya. Gubuk-gubuk tersembunyi didirikan, menjadi surga sesaat bagi para pecandu, dan menjadikan kampung ini sebagai 'zona merah' dalam peta peredaran narkoba Lampung Tengah.
Namun, surga terlarang itu kini diobrak-abrik. Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah menyatakan perang terbuka terhadap jaringan ini.
Selama dua pekan terakhir, mereka melancarkan operasi senyap yang berhasil membongkar praktik kotor tersebut, menangkap enam orang yang terdiri dari dua bandar utama dan empat penggunanya.
Kasat Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah AKP Eko Heri Susanto menegaskan bahwa Komering Putih telah lama menjadi target utama. Kampung ini dikenal sebagai basis dan sumber dari banyak kasus narkotika yang terungkap di wilayah hukumnya.
“Selama dua pekan terakhir, kami mengamankan enam orang dari Komering Putih, yakni dua bandar dan empat pemakai. Wilayah ini memang menjadi salah satu target operasi kami karena dikenal sebagai zona merah peredaran narkotika,” kata Kasat Narkoba kepada awak media, Kamis (21/8/2025).
Operasi pembongkaran ini dimulai pada Rabu, 30 Juli 2025. Sekitar pukul 12.00 WIB, tim menggerebek sebuah gubuk di tengah perkebunan sawit. Di sana, mereka meringkus RZ (30), seorang bandar yang menjadi target utama.
Namun, polisi tidak hanya menemukan RZ. Di dalam gubuk tersebut, dua pria lain, MH (32) dan AS (29), tertangkap basah sedang menikmati sabu yang baru mereka beli. Gubuk itu adalah fasilitas yang sengaja disediakan RZ untuk para pelanggannya.
Dari lokasi, polisi mengamankan bukti yang tak terbantahkan: 3 bungkus sabu, timbangan digital, dan alat isap.
Tak berhenti di situ, perburuan berlanjut. Dua minggu kemudian, pada Rabu, 13 Agustus 2025, tim kembali bergerak.
Baca Juga: Tragedi Jembatan Anoman Lampung Tengah: Pria Ditemukan Gantung Diri
Kali ini, mereka menyasar gubuk lain yang dioperasikan oleh bandar berbeda, AG (26), yang juga merupakan warga Komering Putih.
Pola yang ditemukan pun sama. Selain menangkap AG, polisi juga mengamankan dua pembeli, DD (33) dan HL (42), yang sedang asyik bertransaksi dan menggunakan sabu di tempat. Barang bukti berupa sabu, timbangan digital, dan uang tunai Rp320 ribu hasil penjualan berhasil disita.
Menurut AKP Eko, modus yang dijalankan RZ dan AG sangat terstruktur. Mereka tidak hanya menjual barang, tetapi juga menciptakan ekosistem kejahatan dengan menyediakan tempat yang dianggap aman bagi para pengguna.
"Baik RZ maupun AG tidak hanya menjadi pengedar, tetapi juga memfasilitasi pengguna dengan menyediakan tempat untuk memakai narkoba," tegasnya.
Sebagai tindakan tegas untuk memutus mata rantai dan menghilangkan jejak sarang narkoba ini, polisi melakukan langkah drastis. Dua gubuk yang menjadi pusat transaksi dan pesta narkoba itu langsung dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi.
Saat ini, keenam tersangka telah digelandang ke Mapolres Lampung Tengah. Penyelidikan terus dikembangkan untuk memburu jaringan yang lebih besar. Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis dari Undang-Undang Narkotika, terancam hukuman penjara yang berat.
Berita Terkait
-
Tragedi Jembatan Anoman Lampung Tengah: Pria Ditemukan Gantung Diri
-
Pengurus Ponpes di Lampung Tengah Bejat! Santriwati Dicabuli di Dalam Musala
-
Tahanan Narkoba Polres Pesawaran Mati, Mengapa Keluarga Menolak Autopsi?
-
Amarah Suami Meledak di Kontrakan Lampung Tengah, Tampar Istri 3 Kali Kini Ditahan
-
Skandal KONI Lampung Tengah: Dana Atlet Rp800 Juta Raib Dikorup Bendahara
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
PSEL Lampung Raya: Kolaborasi Tiga Daerah Demi Terangi Lampung dengan Sampah
-
Parkir Sembarangan di Bandar Lampung, Siap-siap Roda Mobil Anda Diborgol
-
751 Ribu Kendaraan di Lampung Menunggak Pajak, Jihan Imbau Manfaatkan Program Diskon PKB
-
Gak Ada Pemutihan Lagi! Pemprov Lampung Obral Diskon Pajak Kendaraan 50 Persen
-
Ground Clearance Tinggi, Mesin Turbo, Mitsubishi Destinator Exceed Siap Taklukkan Beragam Medan