SuaraLampung.id - Sebuah skandal memalukan mencoreng wajah dunia olahraga di Kabupaten Lampung Tengah. Dana yang seharusnya mengalir untuk membina dan melahirkan atlet-atlet berprestasi, justru diduga menguap untuk kepentingan pribadi.
Polres Lampung Tengah kini tengah mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat yang menyeret mantan bendaharanya sebagai aktor utama.
Kisah ini terbongkar dari sebuah momen mengejutkan pada Juni 2024 lalu. Ketua Harian KONI Lampung Tengah periode 2024-2027, yang diinisialkan sebagai SO, hendak melakukan tugas rutinnya: mencairkan dana hibah untuk salah satu cabang olahraga yang membutuhkan dukungan finansial.
Namun, alangkah terkejutnya ia saat mendapati rekening organisasi yang seharusnya terisi dana segar, ternyata kosong melompong.
Kecurigaan langsung menguat. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke pihak bank, terungkap fakta pahit bahwa dana hibah tersebut telah dicairkan.
Anehnya, penarikan dana itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan pengurus lain, termasuk dirinya. Penelusuran lebih dalam mengarahkan tudingan kepada satu nama: ES (40), yang tak lain adalah Bendahara KONI Lampung Tengah periode 2024-2027.
Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Devrat Aolia Arfan mengatakan, penanganan kasus dugaan korupsi ini bermula dari informasi yang diterima, tepatnya dari Ketua Harian KONI periode 2024-2027.
Berbekal laporan tersebut, tim penyidik langsung bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menemukan bukti kuat yang mengarah pada tindak pidana penggelapan dan pemalsuan.
ES diduga telah memalsukan tanda tangan Ketua Harian, SO, untuk bisa mencairkan dana hibah yang bersumber dari APBD Lampung Tengah.
Baca Juga: Ketua & Bendahara KONI Lampung Tengah Tilep Dana Pembinaan Atlet Rp1,14 Miliar
Dari total anggaran Rp1 miliar yang digelontorkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), ES diduga menilep sebagian besar dana tersebut.
"Dari temuan kami, ES diduga menggelapkan uang hibah KONI sebesar Rp 800 juta. Dugaan ini diperkuat oleh hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung, kerugian negara dari tindak pidana korupsi senilai Rp 880 juta," kata Kasat Reskrim, Selasa (5/8/2025).
Angka kerugian negara yang fantastis itu, menurut pengakuan tersangka, digunakan untuk membiayai kebutuhan pribadinya. "Dana tersebut diakui oleh pelaku (ES) digunakan untuk keperluan pribadi," imbuhnya.
Kasat Reskrim menjelaskan, korupsi yang dilakukan oleh ES terkuak ketika Ketua Harian KONI Lampung Tengah, SO ingin mencairkan dana hibah untuk salah satu cabang olahraga di bulan Juni 2024.
Namun, kata Kasat, SO mendapati uang dalam rekening organisasi kosong atau telah dicairkan.
"Saat diperiksa ke bank, Ketua Harian KONI mendapati dana hibah sudah diambil oleh ES tanpa sepengetahuan pengurus yang lain," ujarnya.
Berita Terkait
-
Ketua & Bendahara KONI Lampung Tengah Tilep Dana Pembinaan Atlet Rp1,14 Miliar
-
Aplikasi Lampung In Jadi Alat Memangkas Celah Korupsi
-
Korupsi, Pimpinan BUMD Way Kanan Ditahan
-
Korupsi SPAM Bandar Lampung: Satu Terpidana Lunasi Kerugian Negara
-
Otak Korupsi Bank BUMN di Pringsewu Terungkap: Kuras Dana Nasabah Rp 17,9 Miliar dengan Akun Palsu
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini
-
Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026
-
BRI Peduli Hadirkan Posyandu Matahari untuk Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak
-
Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi