SuaraLampung.id - Seorang Relationship Manager Funding Transaction (RMFT) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Pringsewu, berinisial CA alias CND, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.
Tidak tanggung-tanggung, wanita ini diduga menjadi otak di balik raibnya dana nasabah senilai Rp 17,9 miliar dalam periode 2021 hingga 2025.
Penetapan ini menjadi puncak dari serangkaian penyidikan intensif yang dilakukan oleh tim Pidana Khusus Kejati Lampung.
Setelah memeriksa maraton 40 orang saksi dan mengantongi dua alat bukti yang kuat, penyidik akhirnya menunjuk CA sebagai dalang utama dalam skandal pembobolan dana yang sistematis ini.
"Tim Penyidik pada Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung setelah memperoleh dua alat bukti yang cukup telah menetapkan tersangka Tersangka CA alias CND yang menjabat sebagai RMFT di BRI Cabang Pringsewu sebagai tersangka," ujar Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung, Armen Wijaya.
Sebagai seorang Relationship Manager, CA memiliki akses dan kepercayaan penuh dari nasabah prioritas. Namun, posisi strategis ini justru disalahgunakan untuk melancarkan aksi jahatnya.
Kejati Lampung membeberkan modus operandi CA yang terbilang canggih dan berlapis, menunjukkan adanya perencanaan yang matang.
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya tersebut, tersangka CA melakukan perampokan dana nasabah dengan modus yang beragam.
"Pada pokoknya pelaku telah melakukan penarikan dana atas nama nasabah, diguanakan fasilitas fake account atas nama nasabah (selaku pemilik dana), melakukan pembelanjaan fiktif pada mesin EDC (electronic data capture), mengajukan pinjaman personal dengan jaminan (collateral) fiktif dengan cara mengatur agar uang bertambah dan target pencapaian dana total terpenuhi, hal tersebut menyebabkan penggelapan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain secara melawan hukum," beber Armen.
Baca Juga: Juli Panen Rezeki! Bulog Lampung Salurkan 14.659 Ton Beras Bantuan Pangan
Secara sederhana, CA tidak hanya menarik uang nasabah secara diam-diam. Ia juga menciptakan akun-akun palsu untuk menampung dan memutar uang haram, melakukan transaksi gesek tunai fiktif pada mesin EDC untuk mencairkan dana, hingga mengajukan pinjaman menggunakan jaminan bodong.
Semua dilakukan demi memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan dana milik masyarakat.
Dalam upaya pemulihan kerugian negara, Tim Penyidik telah melakukan penggeledahan dan berhasil menyita sejumlah aset yang diduga kuat berasal dari hasil kejahatan.
Aset tersebut antara lain:
- Satu buah Sertifikat Tanah dan Bangunan di Gunung Kanci, Pringsewu, senilai Rp 450 juta.
- Beberapa unit kendaraan.
- Uang hasil investasi di beberapa restoran dengan total nilai Rp 552,6 juta.
- Total aset yang berhasil diamankan dan ditaksir nilainya mencapai sekitar Rp 3,7 miliar.
Angka ini tentu masih sangat jauh dari total kerugian negara yang mencapai Rp 17,9 miliar. Ini artinya, masih ada lebih dari Rp 14 miliar uang nasabah yang belum diketahui rimbanya dan menjadi tugas berat bagi penyidik untuk terus melacak aliran dana tersebut.
Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, CA kini harus merasakan dinginnya lantai penjara.
Berita Terkait
-
Juli Panen Rezeki! Bulog Lampung Salurkan 14.659 Ton Beras Bantuan Pangan
-
Makin Diandalkan Masyarakat, AgenBRILink Bukukan Volume Transaksi Rp843 Triliun
-
Kopdes Way Urang Jadi Percontohan, Apa Saja Keunggulannya?
-
Lampung Provinsi Tercepat Bentuk Koperasi Desa Merah Putih Se-Indonesia
-
Kepala Balita Terjepit Kaleng Biskuit, Ini Cara Damkar Bandar Lampung Melepasnya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Petaka Api Cemburu: Pria di Lampung Utara Tega Aniaya Kekasih hingga Tewas
-
BRI Raih Penghargaan Kemenpora, Perkuat Komitmen Majukan Industri Olahraga Nasional
-
Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung
-
Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total
-
BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal