- Pelajar Desa Kali Pasir, Lampung Timur, rutin menyeberangi sungai memakai getek rakit tanpa pengaman demi bersekolah.
- Kondisi berbahaya ini telah berlangsung bertahun-tahun karena ketiadaan jembatan penghubung yang layak dan aman.
- Video viral memicu tuntutan warga kepada pemerintah daerah agar segera membangun jembatan permanen demi keselamatan.
SuaraLampung.id - Demi bisa bersekolah, anak-anak di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, harus menghadapi risiko yang tak seharusnya mereka tanggung. Setiap hari, para pelajar menyeberangi sungai menggunakan getek rakit sederhana tanpa pengaman karena tidak ada jembatan yang menghubungkan permukiman mereka.
Kondisi ini terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Terlihat anak-anak berseragam sekolah bergantian menaiki getek, melintasi arus sungai demi mencapai sekolah. Akses ini bukan pilihan, melainkan satu-satunya jalur yang bisa dilalui warga untuk bekerja, bersekolah, dan memenuhi kebutuhan hidup.
Menurut penuturan warga, situasi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun. Harapan pembangunan infrastruktur sempat muncul, namun hingga kini akses yang layak dan aman belum juga terwujud. Saat debit air naik atau cuaca buruk, kecemasan meningkat, terutama bagi orang tua yang melepas anak-anak mereka menyeberang.
“Kalau mau sekolah, ya harus lewat sini. Tidak ada jalan lain,” ujar seorang warga dalam rekaman video yang beredar.
Bagi masyarakat Desa Kali Pasir, menyeberangi sungai sudah menjadi rutinitas harian meski risikonya besar. Getek yang digunakan hanya berbekal papan dan tali seadanya. Keselamatan anak-anak pun menjadi taruhan setiap pagi dan sore.
Warga menyampaikan kekecewaan dan mempertanyakan perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan masyarakat di wilayah pedalaman, sementara aktivitas pemerintahan tetap berjalan dengan fasilitas yang memadai. Keluhan ini, kata mereka, bukan untuk menyalahkan, melainkan seruan agar pemerintah membuka mata dan segera mengambil langkah nyata.
“Ini bukan soal kenyamanan. Ini soal keselamatan dan hak dasar kami,” ungkap warga lainnya.
Viralnya video tersebut memicu simpati publik. Banyak warganet mendesak agar pemerintah daerah Lampung Timur segera turun tangan membangun jembatan permanen. Bagi warga, jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi pendidikan dan ekonomi, penghubung masa depan anak-anak mereka.
Kini, masyarakat Desa Kali Pasir menanti satu hal sederhana: akses aman untuk menyeberang, agar pergi ke sekolah dan mencari nafkah tak lagi menjadi pertaruhan nyawa.
Baca Juga: Tarif Tol Lampung Terbaru 2026 Lengkap Semua Gerbang Bakauheni-Terbanggi Besar
Berita Terkait
-
5 Fakta Video Viral 3 ASN Maki Bapak Tua di Lampung Timur yang Bikin Heboh
-
7 Hal Penting untuk Berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas bagi Wisatawan
-
Geger Penembakan di Polsek Labuhan Maringgai, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
-
Kapal Nelayan di Lampung Timur Dicuri, Pelaku Dibekuk Usai Kejar-kejaran Sengit
-
Komplotan Begal Sadis yang Meresahkan Lampung Timur Berhasil Diciduk Polisi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah
-
Bayi 3 Bulan Tergolek di ICU RS Kotabumi Usai Disiksa Ayah Kandung: Dipukuli hingga Digigit
-
El Nino Mengganas: BPBD Bandar Lampung Siaga 24 Jam Gempur Krisis Air di 5 Kecamatan
-
Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO, BRI Group Raih Enam Penghargaan Global